Sabtu, 08 Januari 2011

Ada Empat Kekurangan Penyelenggaran Haji Tahun Ini

Smaller  Reset  Larger
kemenag
Ada Empat Kekurangan Penyelenggaran Haji Tahun Ini
Terminal haji Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dipadati jemaah haji Indonesia, akibat terjadinya delay penerbangan
 
REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH— Menteri Agama Suryadharma Ali menilai ada empat kekurangan yang paling menonjol dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.Yakni masalah keterlambatan penerbangan saat kepulangan jamaah, nasi basi untuk jamaah, ketidaksiapan pemondokan, dan minimnya fasilitas kesehatan.
“Soal delay penerbangan saat pemulangan jamaah terus terang saya salahkan Garuda dan imigrasi, jangan sampai Kemenag ikut-ikut kecepretan,” tegasnya dalam evaluasi penyelenggaraan haji  PPIH Arab Saudi yang berlangsung di Makkah, Rabu (22/12). Ia meminta Garuda Indonesia melakukan perbaikan.

Menyangkut masalah nasi basi bagi jamaah di Madinah yang terjadi sampai beberapa kali, ia menyebutnya menyedihkan. ‘’Kita melayani tamu-tamu Allah dengan makanan yang  tidak sehat, sehingga menyebabkan jamaah sakit,” kata dia. Untuk tahun mendatang, ia menyetujui pengawasan katering dari Kementerian Kesehatan.

Terjadinya masalah pemondokan, ia mengatakan tak masuk akal. Akibat ketidaksiapan PPIH Madinah menyambut jamaah, para jamaah tertahan di bandara selama delapan jam. ‘’Jamaah datang tapi pondokan belum siap,’’ katanya.

Terakhir adalah masih kurangnya fasilitas kesehatan. “Penyediaan perawat-perawat khusus jamaah risti harus diadakan,” pinta Menag.

Ia meminta agar penyelenggaraan haji tahun mendatang lebih baik. “Banyak kemajuan yang dicapai penyelenggaraan haji tahun ini, walau masih ada catatan-catatan yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Masuk Asrama Haji Makassar Bayar Rp 30 Ribu

Smaller  Reset  Larger
Masuk Asrama Haji Makassar Bayar Rp 30 Ribu
Asrama haji Makassar
 
REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR--Panitian Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menemukan pungutan liar bagi para penjemput Jamaah Haji.

"Saya menemukan beberapa orang pengunjung yang masuk ke dalam kawasan asrama Haji dengan membayar sebesar Rp30.000 kepada penjaga gerbang," ungkap Ketua PPIH Sultan Hasanuddin Makassar, Bahri Mappiasse, di Makassar, kemarin.

Padahal, kata dia sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, biaya yang dikenakan kepada setiap pengunjung yang masuk ke dalam kawasan asrama Haji hanya Rp10.000.

Menurut pengakuan dari beberapa pengunjung yang ditanya, mereka ternyata melakukan pembayaran sebanyak dua kali, yakni saat berada di pintu gerbang dan juga ketika akan masuk ke dalam areal steril asrama Haji Sudiang.

"Saat berada di pintu gerbang, mereka diminta untuk membayar biaya masuk sebesar Rp10.000, dan saat akan memasuki kawasan areal steril asrama Haji, mereka kembali diminta untuk membayar Rp20.000," ujarnya.

Tiket yang diperoleh saat membayar biaya masuk yang kedua pun bukanlah tiket resmi yang dikeluarkan oleh PPIH Sultan Hasanuddin Makassar.

Menurut dia, adanya pungutan liar ini merupakan bentuk penyelewengan yang telah dilakukan oleh oknum petugas tertentu yang menggunakan kesempatan seperti ini untuk mencari keuntungan pribadi.

"Padahal, sejak awal kami sudah menyepakati bahwa pengenaan biaya kepada pengunjung yang akan masuk ke dalam asrama Haji Sudiang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan," tuturnya.

Ia mengatakan, hal seperti ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak lagi terjadi pada musim haji tahun berikutnya.

Kemenag Targetkan 80 persen Jamaah Haji di Ring I pada 2011

Smaller  Reset  Larger
NY Daily
Kemenag Targetkan 80 persen Jamaah Haji di Ring I pada 2011
Jamaah haji pada puncak musim haji di Makkah.
 
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian agama menargetkan jamaah haji yang tinggal di ring I pada musim haji 2011 ini mencapai 80 persen. Ini ditegaskan Menteri agama Suryadharma Ali pada konferensi pers usai menyambut HUT Kemenag di Jakarta, Selasa.

''Jika tahun 2010, jumlah jamaah haji di ring I adalah 63 persen, kami targetkan di tahun 2011 ini mencapai 80 persen. kemudian jamaah yang tionggal di Markaziah pada 2010 mencapai 95 persen, kami targetkan untuk tahun 2011 ini mencapai 100 persen bisa tinggal di Markaziah,'' tegas Menag didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat PhD. Jarak ring I adalah maksimal 2000 meter dari Masjidil Haram.

Ditegaskan Menag, jika target 80 persen ini tercapai, maka tidak perlu lagi pelayanan bus antar jemput jamaah dari dan menuju pondokan atau Masjidi haram. ''Selain itu, nantinya juga tidak ada lagi pengembalian uang pondokan. Karena yang sudah-sudah, dengan adanya pengembalian uang pondokan, menimbulkan masalah,'' ungkap Menag.

Menag Suryadharma Ali juga mengaku masih ada hal yang terasa mendesak untuk diperbaiki dalam pelaksanaan kerukunan umat beragama di tanah air. Khususnya menyangkut pemberian izin mendirikan rumah ibadah. Sebab, tak jarang perselisihan dipicu oleh pemberian izin mendirikan bangunan ruma ibadah. ''Hal ini berpengaruh kepada kualitas kerukunan beragama di tanah air,'' tuturnya.

Menag juga mengajak semua pihak untuk kembali menghidupi sikap toleransi. ''Kalau ada masalah harus diselesaikan dengan peraturan yang ada. Walaupun ada masalah jangan diselesaikan secara emosional tetapi dengan hati yang jernih dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku." ungkapnya.

Menurut Suryadharma, dengan mematuhi peraturan yang ada Insya Allah ketegangan bisa diminimalisasi dan semua pihak  bisa bergandengan tangan membangun agama-agama di Republik Indonesia ini. "Dengan mematuhi aturan semua ketegangan bisa diminimalisir sekecil mungkin sehingga kita bisa hidup bersama-sama," tambahnya..

Menag ajak Berhemat Anggaran
Di hadapan pejabat eselon satu dan dua Kemenag, Menteri Suryadharma Ali meminta agar jajarannya membatasi perjalanan ke luar negeri dan seminar-seminar di dalam negeri. ''Rapat-rapat di daerah juga harus dibatasi. Apalagi misalnya peserta rapatnya adalah dari Jakarta semua, hanya pindah tempat ke Bali misalnya,'' tutur Menag.

''Rakor-rakor (rapat koordinasi red.) yang tidak perlu juga tidak usah, harus hemat. kalau kebanyakan rapat dan kebanyakan koordinasi juga akhirnya kerjanya jadi lunglai. Jadi jangan rapat melulu,'' tegas Menag. ''Praogram-program sosialisasi, evaluasi juga harus dikurangi,'' tambahnya.

LPPOM MUI Jadi Acuan Sertifikasi Halal Dunia

Smaller  Reset  Larger
LPPOM MUI Jadi Acuan Sertifikasi Halal Dunia
MUI
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Sedikitnya 41 lembaga sertifikasi halal dunia menentukan standar kehalalannya merujuk kepada acuan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lembaga itu misalnya asal negara-negara Asean, Kanada, Inggris, Belanda, Belgia, Turki, Jepang, dan Amerika Serikat, kata Sekjen World Halal Council (WHC) Lukmanul Hakim pada Sarasehan dalam rangka Milad ke-22 LPPOM MUI di Jakarta, Kamis.

"Kami memang bertekad untuk menjadikan standar sertifikasi halal Indonesia sebagai standar halal internasional. Konsep kami sudah kami sampaikan di sidang WHC beberapa waktu lalu dan mendapat respon positif," kata Lukman yang juga merupakan Direktur LPPOM MUI.

Sementara itu Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan, hampir semua lembaga sertifikasi pangan dunia meminta pengakuan Indonesia ketika harus mengekspor produknya ke negeri muslim seperti Indonesia.

"Lalu kami memberi syarat bahwa kami mau mengakui jika mereka bersedia mengikuti standar MUI. Alhamdulillah mereka ikuti standar kita," kata KH Ma'ruf Amin.

Ia menegaskan, standar MUI. tidak mengakui istihalah yang artinya berubah bentuk, misalnya babi yang telah berubah bentuk menjadi gelatin, garam dan lain-lain MUI tetap anggap sebagai haram.

"Lembaga di Jerman sebelumnya tidak menggunakan konsep istihalah ini dimana babi yang sudah menjadi garam yang dicampur ke makanan lain sudah dianggap halal. Tapi karena mereka ingin diakui oleh kita maka mereka ikut standar kita," katanya.

MUI tidak menggunakan standar yang diberat-beratkan tetapi juga tidak dimudah-mudahkan, jadi mengambil yang paling hati-hati tapi diterima oleh semua pihak, ujarnya.

Kini tenaga ahli dari luar seperti dari Australia dan lain-lain, dikirim ke Indonesia untuk belajar soal makanan halal, ujarnya, dengan demikian LPPOM MUI ini sudah "go international".

Lukman menambahkan, dalam rangka menghadapi perdagangan bebas yang mungkin saja bisa merugikan hak-hak konsumen muslim Indonesia, LPPOM MUI berharap bisa membuat perdagangan bebas (Free Trade) menjadi perdagangan berkeadilan (Fair Trade).

Alhamdulillah, Indonesia Bakal Jadi Rujukan Standar Halal Dunia

Smaller  Reset  Larger
Alhamdulillah, Indonesia Bakal Jadi Rujukan Standar Halal Dunia
Halal, ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) tak pernah berhenti membuat Indonesia sebagai pusat rujukan halal dunia. Upaya itu terlihat mulai membuahkan hasil. 41 lembaga dunia yang berada di ASEAN, Kanada, Inggris, Belanda, Belgia, Turki, Jepang dan AS  telah menjadikan LP POM MUI menjadi rujukan standar kehalalan.

"Kami bertekad menjadikan standar sertifikasi halal Indonesia sebagai standar Internasional," papar Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim di sela Sarasehan memperingati ulang tahun ke 22 LPPOM MUI di Jakarta, kemarin. Untuk merealisasikan hal itu, Lukmanul  mengatakan pihaknya telah menyampaikan konsep halal LPPOM MUI dalam sidang World Health Council (WHC).

Ke depan, kata Lukmanul, LPPOM MUI terus berusaha meningkatkan jumlah dan kompetensi auditor yang saat ini terdiri dari 415 orang tenaga ahli dari berbagai bidang ilmu seperti ahli pangan, ahli kimia, dan ahli syariah. "LPPOM tentu harus mampu menjawab tantangan. Di dalam negeri lembaga ini harus meningkatkan perannya. Di luar LPPOM juga harus siap menghadapi perdagangan bebas yang sangat beresiko merugikan hak-hak konsumen," tandasnya.

Muhammad Marmaduke Pickthall, Mualaf Penerjemah Alquran

Smaller  Reset  Larger
Wikipedia
Muhammad Marmaduke Pickthall, Mualaf Penerjemah Alquran
Muhammad Marmaduke Pickthall
 
REPUBLIKA.CO.ID, Muhammad Marmaduke Pickthall adalah seorang intelektual Muslim Barat yang terkenal dengan karya terjemahan Alqurannya yang puitis dan akurat dalam bahasa Inggris. Ia merupakan pemeluk Kristen Anglikan yang kemudian berpindah agama memeluk Islam. Sosoknya juga dikenal sebagai seorang novelis, jurnalis, kepala sekolah serta pemimpin politik dan agama.

Terlahir dengan nama William Pickthall pada tanggal 7 April tahun 1875. Dia berasal dari keluarga kelas menengah di Suffolk, Inggris. Ayahnya Charles Grayson Pickthall adalah seorang Pendeta Anglikan. Karenanya tak mengherankan jika William tumbuh dan dibesarkan di tengah keluarga penganut Kristen Anglikan yang taat.

Ketika usianya menginjak lima tahun, sang ayah meninggal. Tak lama berselang keluarganya pun memutuskan untuk menjual tempat tinggal mereka di Suffolk dan pindah ke kota London. Kepindahan tersebut sempat membuat William depresi dan sakit-sakitan. Sifat pemalu yang ada pada dirinya, membuat dia sulit untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Terlebih lagi ketika ibunya Mary O'Brien memasukannya ke Harrow, sebuah sekolah swasta elite khusus bagi murid laki-laki. Satu-satunya yang menjadi teman penghiburnya saat menimba ilmu di Harrow adalah Winston Churchill.

Saat di Harrow, William mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap ilmu bahasa. Selepas tamat dari Harrow, ia mulai mempelajari sejumlah bahasa, di antaranya Gaelik (bahasa orang Skotlandia) dan Welsh (bahasa orang Wales). Karena kemahirannya dalam penguasaan kedua bahasa ini, maka salah seorang gurunya di Harrow mendaftarkan  William untuk mengikuti ujian seleksi penerimaan pegawai di Departemen Luar Negeri. Namun ia gagal dalam ujian.

Kegagalan tersebut tidak membuat William patah arang. Ia kemudian menghabiskan waktunya untuk mempelajari bahasa Arab dengan harapan suatu saat ia bisa memperoleh pekerjaan sebagai seorang konsuler di Palestina. Di usianya yang belum genap 18 tahun, ia memutuskan untuk berlayar ke Port Said, sebuah kota pelabuhan yang berada di kawasan timur laut Mesir.

Pembela Muslim


Perjalanan ke Port Said ini menjadi awal mula petualangannya ke negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah dan Turki. Keahliannya dalam berbahasa Arab telah memikat penguasa Ottoman (Turki Usmaniyah). Atas undangan dari pihak Kesultanan Ottoman, William yang kala itu belum menjadi seorang Muslim, mendapat tawaran untuk belajar mengenai kebudayaan Timur.

Selama masa Perang Dunia I tahun 1914-1918, William banyak menulis surat dukungan terhadap Turki Usmaniyah. Saat propaganda perang dikumandangkan tahun 1915 yang mengakibatkan pembantaian di Armenia, dia secara terang-terangan menentangnya dan menyatakan bahwa kesalahan tidak bisa ditimpakan kepada pemerintah Turki atas kejadian tersebut. Pada saat banyak imigran Muslim asal India di London dibujuk oleh Kementerian Luar Negeri untuk menyediakan bahan-bahan propaganda dukungan terhadap Inggris dalam perang melawan Turki, ia tidak bergeming. Ia tetap tegas dengan pendiriannya guna membela saudaranya sesama Muslim.

Begitu juga saat komunitas Muslim di Inggris diberikan pilihan apakah setia terhadap sekutu (Inggris dan Prancis) atau justru mendukung Jerman dan Turki, jawaban yang diberikan William cukup mengejutkan. Dia  tetap pada pendiriannya tidak akan mendukung negaranya itu.

Perjalanan ke negara-negara Islam dan Turki ini, telah membuat William banyak bersentuhan langsung dengan agama Islam. Dari situ kemudian mulai muncul rasa ketertarikan terhadap ajaran Islam. Maka, di tahun 1917 dia memutuskan untuk memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Muhammad Marmaduke Pickthall. Bahkan sebelumnya William sempat menjadi pembicara pada diskusi yang diadakan Muslim Literary Society bertajuk 'Islam and Progress' tanggal 29 Nopember 1917 di Notting Hill, London Barat.

Setelah memeluk Islam, William banyak berkecimpung dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan syiar Islam. Tahun 1919, ia aktif di Biro Informasi Islam yang berkedudukan di London serta beberapa usaha penerbitan media Islam lainnya seperti Muslim Outlook. Usai merampungkan novelnya berjudul Early Hours tahun 1920, dia mendapat penugasan di India sebagai editor di surat kabar Bombay Chronicle. Kemudian di tahun 1927 William pindah ke penerbitan jurnal tiga bulanan Islamic Culture selaku editor yang berkantor di Hyderabad.

Ada satu lagi sumbangsihnya selama tinggal di Hyderabad terkait dengan upaya menegakkan syiar Islam. Tahun 1925, Pickthall diundang oleh Komite Umat Muslim di Madras untuk memberikan kuliah umum tentang segala aspek mengenai Islam. Koleksi dari bahan-bahan kuliahnya ini sudah dipublikasikan tahun 1927 dengan harapan agar kalangan non-Muslim lainnya dapat mengerti apa itu agama Islam.

Awal 1935 Pickthall kembali ke Inggris. Tahun 1936 ia berpindah ke St Ives dan meninggal di kota kecil itu pada tanggal 19 Mei 1936. Ia dimakamkan di pemakaman Muslim di Brookwood, Surrey (dekat Woking, Inggris) empat hari kemudian. Oleh kaum Muslim Inggris, Pickthall dijuluki sebagai "pejuang agama" dan "pelayan Islam sejati".

Menerjemahkan Alquran

Sebenarnya sudah sejak lama saat baru masuk Islam, William mempunyai obsesi menerjemahkan kitab suci Alquran ke dalam bahasa Inggris. Dia merasa adalah tanggungjawab semua umat Muslim untuk memahami Alquran dengan sebenar-benarnya. Namun obsesinya ini baru terealisasi pada tahun 1928, setelah ia berhasil menyelesaikan proyeknya dalam menerjemahkan Alquran.

Hasil kerja kerasnya ini kemudian ia terbitkan pada tahun 1930 dan diberi judul 'The Meaning of the Glorious Koran'. Ribuan umat Muslim pun segera mendapat manfaat dari karya Muhammad Marmaduke Pickthall yang lantas dianggap oleh banyak kalangan sebagai karya monumental. Tak hanya itu, umat Muslim pun kemudian menyadari bahwa The Meaning of Glorious Koran diselesaikan di kota Nizamate, Hyderabad, sebuah kawasan yang di Selatan India yang didominasi umat Islam.

Seperti ilmuwan Muslim lainnya, ia tidak menerjemahkan kata Allah SWT dalam Alquran. Ia menulis dalam kata pengantarnya, ''Quran tidak bisa diterjemahkan.'' Jadi, terjemahannya tetap berdampingan dengan teks asli Alquran dalam bahasa Arab.

Dalam kata pengantar dalam karyanya ini Pickthall juga menulis mengenai keutamaan Alquran dibandingkan kitab-kitab yang lainnya, "Sebelum memulai mempelajari Alquran, seseorang haruslah menyadari bahwa tidak seperti bahan bacaan lain, ini merupakan sebuah buku yang unik dan berasal dari Yang Mahatinggi, pesan-pesan abadi serta universal. Kandungan isinya tidak merujuk pada tema atau gaya tertentu, melainkan fondasi dari seluruh sistem kehidupan, mencakup segala spektrum permasalahan, yang cakupannya mulai dari ayat-ayat kepercayaan maupun perintah serta sumber pengajaran, kewajiban, hukuman bagi yang melanggar, hukum umum dan pribadi, serta solusi terhadap persoalan pribadi maupun sosial kemasyarakatan..cerita kaum di masa lampau teriring apa-apa yang dapat dipetik pelajaran darinya.''

Karya Pickthall ini menjadi karya pertama penulisan makna Alquran dalam bahasa Inggris oleh orang Inggris asli. Selain itu, tulisan Pickthall juga menjadi salah satu dari dua karya terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris yang sangat populer. Karya lainnya ditulis oleh Abdullah Yusuf Ali.

Ingrid Mattson Berhenti ke Gereja di Usia 16 Tahun

Smaller  Reset  Larger
Telegraph.co.uk
Ingrid Mattson Berhenti ke Gereja di Usia 16 Tahun
Ingrid Mattson
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Masih ingat Ingrid Mattson,  salah satu tokoh yang diundang pada inaugurasi Barack Obama setelah kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat itu menang dalam pemilu dua tahun lalu? Dia yang  menjabat presiden Komunitas Islam Amerika Utara (ISNA) merupakan salah satu pemimpin agama yang kini cukup berpengaruh di Amerika Serikat.

Ia memperoleh gelar sarjana dalam bidang filsafat dari Universitas Waterloo, Ontario, pada 1987. Sementara gelar PhD pada studi Islam ia peroleh dari Universitas Chicago pada 1999. Penelitiannya mengenai Hukum Islam dan Masyarakat. Selama kuliah di Chicago, ia banyak terlibat pada kegiatan komunitas Muslim lokal.

Ia duduk dalam jajaran Direktur Universal School di Bridgeview dan anggota komite Interfaith Committee of the Council of Islamic Organizations of Greater Chicago. Mattson juga pernah menetap di Pakistan dan bekerja sebagai pekerja sosial bagi pengungsi wanita Afghanistan selama kurun waktu 1987-1988. Pada 1995, ia ditunjuk sebagai penasihat bagi delegasi Afghanistan untuk PBB bagi Komisi yang membidangi Peran Perempuan.

Saat bekerja di kamp pengungsi di Pakistan inilah ia bertemu dengan pria yang kini menjadi suaminya, Amer Aetak, seorang insinyur dari Mesir. Dari pernikahan mereka, pasangan ini dikaruniai seorang anak perempuan bernama Soumayya dan satu orang anak laki-laki bernama Ubayda.

Karena pernikahankah ia berpindah agama? Tidak, ternyata. Ingrid mengenal Islam jauh sebelum itu.

Tumbuh dan besar dalam lingkungan Kristen di Kitchener, Ontario, Kanada, ia memutuskan berhenti pergi ke gereja pada usia 16 tahun. Ia mengemukakan alasan yang kemudian diterima oleh ayahnya, seorang pengacara: tidak bisa lagi percaya dengan apa yang diajarkan oleh gereja.

Ia menjadi tak berama hingga menimba ilmu di Universitas Waterloo. Seni dan filsafat menjadi jurusan pilihannya. Bagai dipandu, bidang inilah yang kemudian hari mengantarkan pada cahaya Islam.

   ****

''Setahun sebelum saya masuk Islam, saya banyak menghabiskan waktu saya mencari dan melihat hal-hal yang berhubungan dengan seni. Saat mengikuti pendidikan bidang filsafat dan seni rupa, saya duduk berjam-jam dalam ruang kelas yang gelap untuk melihat dan mendengarkan penjelasan profesor saya melalui infokus proyektor, tentang kehebatan hasil karya Seni Barat,'' paparnya.

Di Departemen Seni Rupa Universitas Waterloo tempatnya bekerja kemudian, ia berkelana ke berbagai museum sejarah dan seni. Secara kebetulan, di Museum Louvre yang berada di tengah Kota Paris, ia berjumpa dengan seorang Muslim. Ia menyebut momen tersebut sebagai "musim semi" dalam hidupnya.

Gambaran mengenai Islam yang ia dapatkan dari kedua orang teman barunya ini, membawa Ingrid pada pengenalan wajah Islam. Ia menyatakan tertarik pada peradaban Islam tidak menganut sistem penggambaran sesuatu dalam bentuk visual di dalam memuja Tuhan dan menghargai seorang nabi.

''Allah adalah sesuatu yang tersembunyi. Tersembunyi dalam pantulan mata umat manusia. Tetapi, orang yang memiliki penglihatan dapat mengenali Tuhannya dengan melihat, mempelajari pengaruh dari kekuatan ciptaan-Nya.''

Ia pun mulai menggali tentang ketuhanan dan kepribadian Muhammad melalui Alquran terjemahan. Yang membuatnya semakin tertarik dengan Islam adalah semua umat Muhammad tidak hanya mengikutinya dalam hal beribadah, tetapi juga di dalam semua aspek kehidupan, mulai dari kebersihan diri sampai pada cara bersikap terhadap anak-anak dan tetangga.

Perkenalan Ingrid tentang Islam makin berkembang saat ia berkunjung ke sejumlah negara yang mayoritas berpenduduk Muslim. Beberapa peristiwa yang dia temui di negara-negara tersebut, diakuinya, makin mempertebal keyakinannya terhadap Islam.

Maka di tahun yang sama, ia memutuskan bersyahadat dan menjadi Muslimah. Ia pun menukar pakaiannya dengan busana muslimah lengkap dengan jilbab.

Pada tahun 1987 ia memutuskan pergi ke Pakistan sebagai relawan. Setahun ia mengabdikan diri bagi kemanusiaan. Ternyata di tempat yang sama, ada pula seorang pemuda yang juga menjadi relawan, Aamer Atek, seorang insinyur asal Mesir. Merasa sehati, keduanya memutuskan menikah.

"Ibu-ibu Pakistan bertkaca-kaca saat saya bilang hanya emas sederhana sebagai mahar dan baju pengantin pinjaman. Di hari berikutnya, mereka datang dengan membawa segudang hadiah. Sungguh indah persaudaraan dalam Islam," ujarnya.

Bruno Metsu Menjadi Mualaf Saat Melatih Tim Senegal

Smaller  Reset  Larger
.
Bruno Metsu Menjadi Mualaf Saat Melatih Tim Senegal
Bruno Metsu
REPUBLIKA.CO.ID, DOHA--Bruno Lucas Felix Metsu, demikian nama lengkap pemberian orang tuanya. Namun publik sepak bola dunia lebih mengenalnya dengan Bruno Metsu. Namanya makin mencuat setelah ia berhasil membawa tim asuhannya, Senegal, masuk perempatfinal Piala Dunia 2002 silam. Keberhasilan membawa tim nasional sepak bola Senegal hingga ke perempatfinal Piala Dunia 2002 bisa dibilang sebagai prestasi terbesar Metsu sepanjang karirnya di dunia sepak bola.

Lebih dari 30 tahun berkarir, Metsu bukanlah pemain dan pelatih terkenal. Ia pernah bermain di klub papan bawah Prancis dan Belgia seperti Dunkerqe, Nice, Lille dan Anderlecht. Sejak 1988, ia menangani klub kelas dua Prancis, Beauvais, kemudian Lille, Valenciennes, Sedan, dan Valence. Sebelum menangani Senegal, ia sempat menangani negara kecil Afrika, Guinea, selama enam bulan.

Meski sukses melatih timnas Senegal, bukan berarti Metsu tidak menemui hambatan. Pertama kali tiba d Senegal, menurutnya, sama seperti pertama kali menangani klub Sedan. Semua orang menganggapnya sebagai makhluk asing dari luar angkasa. ''Mestinya, sebelum menilai seseorang, beri dia waktu untuk bekerja. Tapi biarlah, toh semua pun kemudian tahu apa yang telah saya perbuat,'' katanya.

Namun, nyatanya dalam waktu singkat Metsu berhasil menggaet simpati para pemain dan official tim Senegal. Bukan dengan pendekatan hirarkis dan militeristik, melainkan dengan pola keterbukaan dan saling menyayangi. Kepada para pemain, berkali-kali ia menegaskan, ''Aku bukan polisi, tapi pelatih. Dan kalian bebas mengekspresikan apa saja.''

Dengan pendekatan itu, Metsu berkeliling ke sejumlah klub papan bawah Prancis, dan berhasil membawa pulang para pemain yang sebelumnya enggan bergabung di tim nasional. Dalam menumbuhkan motivasi, disiplin dan tanggungjawab, dia tidak pernah melepaskan suasana rileks, senda gurau, dan kekeluargaan. Apapun persoalan yang dihadapi, selalu dipecahkan bersama.

Filosofi kepelatihan yang ada dalam diri Metsu sebenarnya kian tumbuh seiring dengan keterpesonaannya terhadap benua Afrika. Pria yang lahir di Coudekerque-Village, Prancis, pada 28 Januari 1954 ini sangat mengagumi budaya Afrika. ''Ada suatu misteri, nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, persahabatan, sesuatu yang sudha hilang di Eropa,'' katanya.

Di Afrika, menurutnya, pintu selalu terbuka. Di Eropa, pemain hanya akan mendatangi pelatih saat punya masalah. Sementara di Afrika, mereka akan mendatanginya kapan pun, untuk menyaksikan bagaimana sang pelatih bekerja. Pesona Afrika itu sangat menyetuh Metsu. ''Aku ini kulit putih berhati negro,'' tukasnya bangga.

Boleh jadi, sentuhan nilai-nilai Afrika ini pula yang membuatnya memeluk Islam pada 24 Maret 2002 silam. Asal tahu saja, lebih dari 90 persen penduduk Senegal adalah pemeluk Islam. Setelah masuk Islam, ia kemudian mengganti namanya dengan Abdul Karim.

Abdul Karim sendiri memang tak pernah mengungkapkan alasannya memeluk Islam. Baginya, agama adalah masalah privasi. Dia tak ingin mengumbar privasinya di depan publik.

Kini, ia hidup tenteram bersama istrinya, seorang perempuan Senegal bernama Rokhaya Daba Ndiaye. Mereka menikah dengan uang tunai 6 ribu euro sebagai mas kawin.

Rokhaya, bersama isteri para pemain Senegal, selalu setia memberi semangat pada tim nasional setiap kali mereka bertanding. Seperti pada ajang Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Tidak seperti pelatih tim negara lain yang melarang para pemainnya untuk mengajak serta para istri mereka, Abdul Karim justru menempatkan para istri dari skuad tim nasional Senegal dalam satu hotel yang sama dimana mereka menginap selama perhelatan Piala Dunia 2002.

Usai mengukir prestasi di Piala Dunia 2002, sejumlah klub dan negara berebut meminangnya. Kini ia dipercaya oleh Federasi Sepak Bola Qatar (QFF) untuk melatih tim nasional Qatar hingga 2014 mendatang. Dengan capaian prestasi yang pernah ia torehkan saat mengarsiteki tim nasional Senegal, tak mengherankan jika publik Qatar menaruh harapan besar pada diri Abdul Karim untuk mewujudkan impian lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil.

Islam Membuat Heather Ramaha Merasa Lengkap

Smaller  Reset  Larger

Honolulu Advertiser
Islam Membuat Heather Ramaha Merasa Lengkap
 
Heather Ramaha, staf Angkatan Laut AS yang beralih memeluk Islam tak lama setelah tragedi WTC 11 September terjadi.
REPUBLIKA.CO.ID, HAWAI--Kurang dari tiga pekan setelah teroris menghantam menara kembar WTC, di New York, Heather Ramaha, berdiri di antara sekelompok wanita di masjid Manoa, Hawai, yang mengikrarkan Syahadat di dalam Bahasa Arab. Ia bersaksi bawa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah.

Beberapa pengelola masjid di penjuru negara mengatakan mereka menyaksikan peningkatan orang-orang yang beralih memeluk Islam hingga empat kali lipat. Peningkatan itu justru terjadi sejak tragedi 11 September terjadi, ketika cerita tentang Islam melompat, semula dari halaman belakang menjadi halaman depan di seluruh dunia.

Kini Ramaha memasukkan keyakinan Islamnya dalam kehidupannya sebagai staf Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor mulai Juli 2002. Ia tidak mengenakan jilbab saat bekerja sebagai ahli kesehatan gigi, namun ia mengaku akan mengenakan penutup rambut ketika memasuki masjid.

Di awal-awal memeluk Islam, ketika suaminya, seorang Marinir, bertugas jauh, ia mengaku belum mampu melaksanakan shalat lima waktu dalam bacaan bahasa Arab seluruhnya, tanpa bantuan suaminya. Namun salah satu yang membuat Islam nyaman baginya karena ia bisa mempraktekan keyakinan itu sesuai dengan kemampuannya, tak menuntut kesempurnaan ketika ia masih memelajarinya satu persatu.

Suami Heather, Mike adalah pria Palestina yang terlahir sebagai Muslim dan besar di San Fransisco. Tapi, itu bukan alasan yang membuat Heather beralih ke Islam. "Mike tak pernah sekalipun membuat saya memeluk Islam," ujar wanita berusia 33 tahun itu. "Ia mengatakan, jika kamu ingin melakukan itu, kamu sendiri yang harus mencari tahu, namun apa pun pilihanmu, aku akan tetap mencintaimu," tutur Heather.

Setelah memeluk Islam, langkah Heather berikut adalah mencari cara untuk menerangkan keyakinan barunya kepada keluarganya di California. Ia menyadari, hampir seluruh informasi tentang Islam datang dari film-film di TV, salah satunya ia ingat berjudul "Tidak Tanpa Putriku". Film itu berkisah tentang seorang wanita Amerika, suami asal Iran yang aniaya dan pertengkaran terus menerus atas anak mereka.

"Sebelumnya saya tak bisa menemukan cara untuk memberi tahu mereka tanpa membuat gusar," ujarnya. "Saya di awal belum bisa memberi tahu ayah. Saya katakan bahwa saya pergi ke masjid, namun belum mengatakan bila saya telah beralih ke Islam," kenang Heather.

Kadang ia pun ditanya mengapa ia memilih agama yang dipandang sebagian orang menekan wanita. Menjawab jenis pertanyaan itu, ia mengatakan orang-orang kerap mencampurkan agama dengan tradisi budaya mereka. "Besar di AS, keyakinan Islam tidak bercampur dengan budaya seperti di Timur Tengah misal," ujarnya.

Heather adalah yang pertama dalam keluarga bergabung dengan gereja. Pada usia 5 tahun ia berteman dengan seorang putri pastor, lalu menjadi pengikut Kristen. Seluruh keluarganya bergabung dengannya kemudian.

Hingga kini ibunya masih rajin pergi ke gereja. Namun Heather, ia mengaku selalu berjuang memahami pandangan Kristen terhadap Trinitas Suci. Akhirnya pada Maret 2001 ia mengambil kelas agama dunia secara online dari Universitas California.

"Saya telah menjadi pemeluk Kristen selama 18 tahun," aku Heather.. "Namun saya menemukan banyak lubang dalam agama itu. (Islam) justru membuka begitu banyak gagasan kebenaran. Saya merasakan di hati saya ini adalah agama yang benar untuk saya," ungkapnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia mengambil kelas perkenalan terhadap Islam di Hawai'i setelah tragedi 11 September. Ia pun mulai membaca Al Qur'an dan menemukan semacam 'klik' dalam hatinya. Ia pun memeluk Islam segera setelah itu.

"Saya selalu merasa ada yang menarik saya di luar sana, bila tidak saya ikuti, justru timbul kekosongan," tuturnya. "Satu-satunya hal yang membuat saya lengkap ketika saya memiliki agama, Satu Tuhan untuk saya sembah, di mana saya bisa berdoa, kepada-Nya."

Alhamdulillah...Polisi Belanda Jamin tak Tangkap Pemakai Burka

Smaller  Reset  Larger
flickr
Alhamdulillah...Polisi Belanda Jamin tak Tangkap Pemakai Burka
Pemakai Burka
 
REPUBLIKA.CO.ID,Kepala kepolisian Amsterdam Bernard Welten berpendapat, agen polisi tidak akan sampai melakukan penangkapan jika ada undang-undang melarang pemakaian burka. Dalam acara televisi "Vijf jaar later" Welten menegaskan tanggung jawab yang harus selalu dipikul polisi itu sendiri sehubungan larangan burka.

"Saya pikir kami akan berbicara dengan wanita pemakai burka. Tapi kami harus selalu berpikir sebagai polisi." Welten memperkirakan bahwa secara politik dia tidak akan dipaksa untuk melakukan penangkapan terhadap wanita pemakai burka.

"Saya pikir tidak akan sampai sejauh itu." Kepala kepolisian memperkirakan bahwa parlemen masih akan mendiskusikan penerapan hukum yang selaras dengan kesepakatan memerintah.

Anggota parlemen dari partai kanan-populis PVV, Hero Brinkman menganggap pendapat Welten sebagai contoh klasik 'politik kuno.' Brinkman memberikan reaksinya dalam program radio 'Nog Steeds Wakker Nederland.'

Menurutnya, kepala kepolisian sudah bertahun-tahun menyalahgunakan ruang kekuasaan mereka menurut pertimbangan mereka sendiri. Begitu pula dalam penerapannya. Tapi hal ini tidak mungkin terjadi dalam kabinet baru ini, antara lain karena pengaruh partai kanan pimpinan Geert Wilders tersebut.

Terganggu
Partai pemerintah VVD juga merasa terganggu dengan pernyataan kepala polisi Amsterdam dan menuntut agar pernyataan itu ditarik kembali. Anggota parlemen dari VVD, Jeanine Hennis-Plasschaert menganggap pemimpin kepolisian tidak bisa memilih sendiri undang undang mana yang akan diterapkan.

Brinkman berpendapat, menteri Keamanan dan Kehakiman Belanda, Opstelten, bisa bertindak terhadap pernyataan Welten. Namun, lanjutnya, hal itu tidak dianggapnya sangat penting. Welten sudah berada di akhir masa jabatannya, tutur anggota parlemen ini.

Setelah reorganisasi, kepolisian Belanda hanya akan dipimpin satu kepala kepolisian. Dialah yang harus menerapkan hukum seperti yang ditetapkan parlemen.

Polisi bagi hewan
Sehari sebelumnya kepala polisi itu juga telah mengkritik usulan lain yang diajukan partai PVV. Sewaktu formasi kabinet, Perdana Menteri Mark Rutte harus mengabulkan beberapa tuntutan PVV. Sebagai gantinya ia mendapatkan dukungan partai Geert Wilders untuk kabinet.

Di samping larangan pemakaian burka, PVV juga menuntut pembentukan satuan polisi pelindung hewan yang dilatih khusus.

Polisi ini harus menangani kasus-kasus perlakuan buruk serta penelantaran binatang. Tapi kabinet menolak memberikan dana ekstra bagi 500 agen polisi yang harus dilatih. 'Polisi cavia', demikian julukan yang diberikan Welten.

"Orang-orang ini harus diambil dari kekuatan polisi yang ada sekarang, dan mereka berada di bawah tekanan" kata kepala polisi itu dalam pidato tahun baru.

Kasus pelecehan
"Jika toh mau menyekolahkan lima ratus agen polisi, saya tahu untuk apa saya ingin menyekolahkan mereka" tegas Welten, menunjuk pada kasus pelecehan seksual di Amsterdam. Dalam menyelidiki dan pelacakan kasus porno anak-anak, ibukota jelas kekurangan tenaga.

Welten mendapat dukungan antara lain dari walikota Amsterdam dan Venlo. Mereka tidak memprioritaskan masalah penderitaan binatang. Mereka lebih mengutamakan urusan lain misalnya porno anak-anak, coffeeshops, perampokan dan penanganan perusuh.

Anggota parlemen Dion Graus, yang mengusulkan ide mendirikan 'polisi cavia' menganggap kritikan itu sebagai sesuatu yang sangat memalukan. Dia bahkan menyebut kepala polisi Amsterdam itu sebagai "pejabat kampungan".

Bicara Jilbab di Inggris, Ibu Negara Turki Dikecam

Smaller  Reset  Larger
AA
Bicara Jilbab di Inggris, Ibu Negara Turki Dikecam
Hayrunnisa Gul
 
REPUBLIKA.CO.ID, ISTAMBUL--Ibu Negara Turki, Hayrunnisa Gul, dikecam kubu oposisi karena memberi pernyataan tentang jilbab di Inggris. Dalam sebuah kunjungan ke negeri itu, ia diwawancara pers lokal soal jilbab. Ia yang menjadi bulan-bulanan kubu oposisi pimpinan Kemal K?l?cdaroglu karena penampilannya yang berkerudung, menjawab pilihan berjilbab diserahkan pada kaum wanita sendiri.

"Wanita wajib mengenakan jilbab ketika mereka sudah cukup umur untuk memutuskan tentang hal itu untuk diri mereka sendiri," ujarnya saat itu.

Saat ditanya apakah jilbab akan diwajibkan di sekolah dasar, wanita yang aktif menggiatkan pendidikan bagi kaum wanita di Turki ini menggeleng.  "Seorang anak  tidak bisa memutuskan sendiri untuk mengenakan jilbab di usia muda," katanya. "Dia harus memutuskan untuk dirinya sendiri ketika dia sudah cukup besar untuk melakukannya."

Dia mengatakan mahasiswa Turki di luar negeri merupakan keuntungan besar bagi Turki, menambahkan bahwa mahasiswa adalah jembatan antara Turki dan negara-negara di mana mereka meneruskan pendidikan. First Lady Gül menyatakan harapan bahwa jumlah mahasiswa Turki di luar negeri akan meningkat.

Kubu oposisi menyoal kapabilitas Hayrunnisa berbicara tentang jilbab di negaranya pada pers di luar negeri. Jilbab menjadi perdebatan panjang di Turki dan menghangat tahun lalu. Busana ini diyakini akan mengubah sistem sekuler Turki kembali ke sistem Islam.

Terkait hal ini, dua hari kemudian, Presiden Turki Abdullah Gul, turut bersuara. Melalui juru bicara kepresidenan,  Ahmet Sever, Gul mengatakan ia mendukung komentar istrinya tentang jilbab. Sama dengan istrinya, dia juga tidak setuju jika siswa SD mengenakan jilbab.

Dia mengatakan Turki telah menyia-nyiakan energi hanya untuk membicarakan  masalah jilbab selama bertahun-tahun. Padahal, katanya, banyak masalah lain yang harus  diselesaikan.

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog