Senin, 19 Desember 2011

STOP PENULARAN HIV/AIDS,LINDUNGI dan SAYANGI KELUARGA ANDA

STOP PENULARAN HIV/AIDS,LINDUNGI dan SAYANGI KELUARGA ANDA
STOP PENULARAN HIV/AIDS,LINDUNGI dan SAYANGI KELUARGA ANDA
Hak reproduksi adalah hak asasi manusia yang dimiliki oleh setiap manusia yang berkaitan dengan kehidupan reproduksinya. Berdasarkan Kesepakatan Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan tahun 1994 di Kairo, pemerintah Indonesia telah menyetujui 12 hak reproduksi yang di dalamnya, dimana di dalamnya mencakup pula hak-hak reproduksi perempuan dengan 4 hal pokok yakni kesehatan reproduksi dan seksual (reproductive and sexual health), penentuan dalam keputusan reproduksi (reproductive decision making), kesetaraan pria dan wanita (equality and equity for men and women) dan keamanan reproduksi dan seksual (sexual and reproductive security). Data terbaru dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia secara kumulatif menunjukkan bahwa sampai dengan bulan Juni 2011 kasus HIV/ AIDS ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Total kasus mencapai 26. 483 jiwa di Juni 2011 dengan jumlah kematian 5. 056 jiwa. Berdasarkan sumber yang sama peningkatan kasus AIDS pertriwulan dari Januari s.d. Maret 2011 dari segi jumlah sudah mencapai 24. 482 kasus dengan total kematian kematian 4. 603, tentunya cukup mencengangkan jika dibandingkan dengan pertanbahan jumlahnya ditriwulan berikut yang bertambah menjadi 26. 483 kasus di Juni 2011. Rincian data lima besar provinsi dengan kasus AIDS sampai dengan Juni 2011 adalah sebagai berikut, DKI Jakarta dengan jumlah 3. 997 kasus, berikutnya adalah Papua dengan jumlah total 3. 938 kasus, Jawa Barat dengan 3. 809 kasus, Jawa Timur dengan 3. 775 kasus, dan Provinsi Bali dengan 1. 747 kasus. Tentunya jika ditinjau dari statistik kita telah mengetahui bahwa hal tersebut bukan nilai yang sedikit.
Penyebab dari tertularnya virus HIV melalui pasangan dapat diakibatkan dari seringnya salah satu pihak berganti-ganti pasangan atau dikenal dengan Sex Extra Marital (SEM), pada beberapa kasus yang terjadi, utamanya di daerah terpencil di Indonesia, salah satu pasangan yang tidak melakukan SEM umumnya tidak mengetahui jika dirinya tertular HIV/AIDS. Angka penularan akibat SEM ditunjukkan sebagai angka statistik tertinggi faktor risiko penularan HIV/AIDS,yaitu 14513 kasus. Pada pola penularan yang diterima perempuan, tentunya akan memberikan resiko jika perempuan tersebut tidak mengetahui bahwa dirinya tertular HIV/AIDS kemudian mengandung dan memiliki anak kemudian anak tersebut ikut tertular HIV/AIDS, biasanya dikenal dengan istilah Mother to Child Transmission (MTCT). Statistik penularan melalui MTCT ditunjukkan dengan angka 742 kasus dan berada pada peringkat ke 4 faktor risiko penyebab HIV/AIDS.
Pada kasus yang lain, ditemukan pula fenomena, bahwa infeksi virus HIV kepada perempuan tidak semata-mata disebabkan karena perempuan tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi virus HIV ataupun ketidakpahaman akan cara-cara penularan maupun pencegahan HIV. Seringkali infeksi HIV terjadi karena perempuan tidak memiliki kekuatan sosial dan ekonomi, yang menyebabkan  tidak adanya posisi tawar untuk melindungi diri mereka. Selain itu,  dapat pula disebabkan oleh lingkungan adat istiadat dan budaya yang menyebabkan mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan.
Kunci pencegahan penularan HIV-AIDS yang utama adalah setia dan jujur kepada pasangan. Selain itu, utamanya pencegahan penularan HIV/AIDS kepada perempuan perlu mengikutsertakan segala upaya untuk turut menanggulangi ketidaksetaraan gender. Ketidaksetaraan gender jelas-jelas memiliki potensi besar untuk memicu meluasnya penyebaran infeksi HIV. Penyebab tidak langsung meliputi faktor-faktor kemiskinan, pendidikan yang rendah, rendahnya dukungan kebijakan dan politik, kurangnya peran perempuan dalam proses pengambilan keputusan, rendahnya keterlibatan masyarakat dan rendahnya aksesibilitas masyarakat terhadap upaya penyembuhan.
Penegakan hak azasi perlu diikuti dengan penegakan hak untuk mengontrol dan memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab pada hal-hal yang berkaitan dengan seksual dan kesehatan reproduksi yang bebas dari paksaan, diskriminasi dan kekerasan.
Mengingat pentingnya, hak azazi atas organ reproduksinya. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia,dalam hal ini diwakili oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan menyatakan sikap :
1. Pemerintah harus menjamin ketersediaan akses layanan bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang tidak diskriminatif dan komprehensif meliputi : informasi, obat-obatan, konseling dan petugas kesehatan yang memiliki ketrampilan dalam menangani korban HIV/AIDS.
2. Pemerintah segera mengimplementasikan pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan mengenai reproduksi dan hak seksualitas untuk mencegah penularan  HIV/AIDS sejak dini ke dalam pendidikan formal.
3. Mendesak pemerintah untuk masif bersinergi dan bergerak konkrit dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar berkomitmen mengupayakan penanggulangan HIV/AIDS.
4. Pemerintah menjamin terbentuknya crisis center/shelter untuk perempuan dan anak dengan HIV/AIDS yang dilengkapi dengan layanan terpadu sampai tingkat PUSKESMAS dengan cra meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia hingga tingkat UPT terkecil mengenai penanggulangan dan pelayanan terapi HIV/AIDS.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, untuk dapat mendorong semua pihak agar menciptakan dan menegakan kemandirian atas hak reproduksinya.

Ketua Umum KAMMI                            Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan KAMMI
Muhamad ilyas                                                        Emi Rahyuni
Contact Person :
Pramitha Sari, S Gz Dietisien, Ketua Departemen Advokasi dan Pengembangan Potensi Perempuan (085642046624)

159 Mahasiswa Yatim Di Wisuda

Pada Sabtu (26 Nop 2011), Kampus Kemandirian Yatim Mandiri menggelar acara Wisuda 159 Mahasiswa Politeknik Mandiri Utama (PMU) Tahun Ajaran 2010 – 2011, bertempat di Kampus Kemandirian, Jl. Jambangan 70 Surabaya.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini, dihadiri Drs. Sumarno Direktur Politeknik Mandiri Utama beserta seluruh jajaran manajemen Kampus Kemandirian, manajemen Yatim Mandiri Pusat serta mitra pendidikan dan mitra kerja Kampus Kemandirian.
Para wisudawan, yang seluruhnya berstatus yatim, tersebut berasal dari berbagai jurusan program studi, diantaranya Jurusan Akuntansi Komputer, Teknisi Komputer, Desain Grafis, Teknik Informatika, otomotif, Kuliner dan DGTKI (Diklat Guru TK Islam).
Selama 1 tahun mereka menimba ilmu di Kampus Kemandirian dan tinggal di asrama secara gratis. Selain mendapat pelajaran di bangku kuliah, mereka juga ditempatkan
dibeberapa perusahaan mitra Kampus Kemandirian untuk melakukan magang kerja selama 3 bulan, sesuai dengan jurusannya masing-masing.
“Menariknya, selepas wisuda mereka tidak perlu bingung mencari pekerjaan, karena banyak perusahaan dan instansi mitra Kampus Kemandirian telah siap merekrut mereka. Untuk
tahun ajaran 2010-2011 ini, 100% lulusan Kampus Kemandirian telah mendapatkan pekerjaan diberbagai bidang. Sehingga anak-anak yatim tersebut bisa mandiri
karena bisa langsung bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri,” terang Drs. Sumarno.

Sekilas Yatim Mandiri
YATIM MANDIRI adalah lembaga pengelola zakat, infaq dan shadaqoah serta waqaf yang memiliki segmen penyaluran khusus bagi anak yatim kurang mampu. Salah satu
programnya yakni kuliah gratis di Kampus Kemandirian Yatim Mandiri.
Tujuan kelembagaan adalah untuk pembangunan sumber daya insani anak yatim secara mandiri dan berkelanjutan. seluruh donasi yang berhasil dihimpun, dikelola
secara amanah dan profesional dengan sasaran pemanfaatannya untuk pemandirian yatim.

Drs. Sumarno
Direktur Politeknik
Mandiri Utama
Kampus Kemandirian
Jl. Raya Jambangan
70, Surabaya
Telp:
Office: (031) 8299970
Hp     : 085730678386
Website:
www.yatimmandiri.org
http://sahabatalam3.blogspot.com/

Barat Dan AS Cari Harta Gaddafi di Gurun Libya

gaddafi
Cyber Sabili-Libya: Sebuah laporan mengatakan bahwa perusahaan keamanan Amerika dan Barat mulai kampanye perburuan harta-harta Gaddafi yang disimpan di Gurun Libya, seperti emas batangan dan perhiasan yang langka, dan ratusan juta euro dan dolar.

Surat kabar Al-Khabar dalam edisi Senin (19/12), mengutip sumber dari pihak keamanan Niger bahwa di daerah pantai mereka telah menangkap dua Libya yang diduga bekerjasama dengan perusahaan keamanan AS untuk mencari harta Gaddafi, yang diduga dikubur di Sahara Barat Libya.
Surat kabar itu menunjukkan bahwa kedua orang Libya di tahan di kota Arlette beberapa hari lalu. Mereka ditugaskan oleh perusahaan keamanan AS untuk mendekati salah satu pemimpin intelijen rezim Gaddafi yang diyakini melarikan diri ke Nige, Said Luqman, seorang perwira intelijen Libya, dan merupakan salah satu yang paling dekat dalam minggu-minggu terakhir hidupnya Gaddafy dan kemudian melarikan diri ke selatan menuju
Niger.
Dia mencatat bahwa setidaknya 4 ton emas, dan Sekitar $ 200 dan $ 500 juta dari kas milik Kolonel Gaddafi yang sebagian besar di tarik dari bank Libya, masih belum diketahui letaknya dimana.
Dia mengungkapkan bahwa pesawat pengintai Barat dilengkapi dengan detektor logam dan sateli GPS LG menelusuri daerah yang luas di padang pasir Libya, terutama di Hamada dekat
perbatasan dengan Tunisia dan Aljazair di barat Libya, dan Tinohan dan padang pasir Fezzan.
Di perbatasan Aljazair dan Libya dalam beberapa pekan terakhir ini nampak beberapa pesawat pengintai terbang di
ketinggian rendah. Hal ini diyakini bahwa pesawat ini ditugaskan NATO untuk menyelidiki gurun Libya di beberapa lokasi di barat dan tengah untuk mencari harta Muammar Gaddafi.
Mereka meyakini bahwa uang itu disembunyikan di pertengahan bulan September/September di sebuah bunker bawah tanah di Gurun Barat Libya.(Qds)

Dibalik rencana serangan Israel terhadap Iran

Dibalik rencana serangan Israel terhadap Iran
Dibalik rencana serangan Israel terhadap Iran
Timur tengah kembali mencekam. Beberapa waktu yang lalu presiden Israel, Shimon Peres, menyatakan kepada dunia tentang rencana Israel untuk menyerang Iran. Dalam sebuah wawancara televisi Peres mengatakan bahwa “Intelijen di berbagai negara yang mengawasi Iran merasa sangat khawatir dan menekan pemerintah mereka untuk memperingatkan bahwa Iran sangat siap menggunakan senjata nuklir”. Informasi ini Peres dapat dari laporan Badan Energi Atom Internaional (IAEA) tentang kemungkinan Iran mengembangkan senjata nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan laporan soal nuklir Iran itu didasarkan pada klaim-klaim palsu. “Saya yakin dokumen itu sangat lemah dari sisi keasliannya. Namun jika mereka berkeras, maka silakan rilis dokumen itu. Lebih baik sesekali langsung menghadapi bahaya dari pada selalu dalam bahaya,” kata Salehi seperti dikutip sejumlah media Iran. (konspirasi.com 6/11/11)
Sebenarnya, apa motif Israel di balik penyerangan yang mengatas namakan senjata nuklir? Padahal semua itu belum terbukti. Penyerangan ini pun didukung oleh beberapa negara besar seperti Inggris, Prancis dan Amerika. Berbagai kabar memberitakan bahwa Amerika dan Israel akan menggelar latihan bersama yang melibatkan 5000 tentara, dan manuver militer besar-besaran hal ini diungkapkan oleh Deputi Menlu Urusan Politik AS, Andrew Shapiro dengan tanpa menyebutkan tempat dan waktu.
Nuklir bukanlah motif utama rencana Israel menyerang Iran. Banyak pengamat menyatakan bahwa dengan menyerang Iran dan menguasainya maka keuntungan yang diperoleh Israel dan teman-temannya dari minyak akan sangat besar sekali dibandingkan ongkos untuk biaya penyerangan ke Iran. Hal ini pun upaya Israel mengalihan fokus perhatian dunia, dimana Israel akan menyerang satu negara di Timur Tengah. Pengalihan ini mengakibatkan perhatian terhadap negeri Palestina yang telah  di embargo semakin terlupakan.
Terlihat jelas, Israel dan teman-temannya telah  membuat makar (tipu muslihat atau rencana jahat) demi kepentingan masing-masing. Dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah negeri-negeri muslim dan kaum muslim yang tidak bersalah. Masih belum sadarkah kita? Masihkah kita menyanjung-nyanjung mereka? Masihkah kita menjadikan mereka sebagai kawan? Padahal telah tampak kebencian mereka terhadap Islam terlebih-lebih dalam hati mereka. Sudah saatnya kita sadar dan bersatu untuk melawan makar-makar orang yang membuat makar. Dan bersatu dalam naungan daulah Khilafah Islamiyah.
Atifa Rahmi (Bandung)

Perang Ahzabpun berkibar

Sample image
Sample image
Lihatlah wahai saudara dan khususnya para dai bahwa ketika dakwah Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam semakin berkembang dan semakin banyak pengikutnya maka semakin banyak pula musuhnya. Orang-orang dari berbagai bangsa dan suku dengan berbagai latar belakang dan beragam pengalaman telah banyak yang masuk Islam dan hijrah serta bergabung dengan kaum muslimin di Madinah. Bersamaan dengan itu, musuh mereka pun dari berbagai bangsa dan suku dengan beragam pengalaman pula menempuh jalan untuk merintangi dakwah ila-Alloh yang tidak sanggup dibendung oleh kekuatan kaum Fir'aun, 'Ad, dan Tsamud yang memiliki istana-istana dan gunung-gunung yang dipahat menjadi perumahan. Maka sungguh betapa bodohnya umat manusia yang tidak mengambil pelajaran dari para pendahulunya.


Sebab Terjadinya Perang

Menggali Parit
Perang ini disebut Perang Ahzab karena dalam peperangan ini tentara iblis bersekutu dari berbagai bangsa dan kabilah, yaitu: Quraisy, bangsa Arab dari kabilah Ghothofan dan sekutunya, serta bangsa Yahudi. Bahkan kaum munafikin pun tak mau ketinggalan. Alhasil, kekuatan mereka (tentara sekutu) mencapai 10.000 personil, sedang kekuatan kaum muslimin hanya 3.000 personil. Harus diketahui bahwa istilah ahzab dalam al-Qur'an adalah para umat yang sepakat dalam memusuhi para nabi.

Perang ini juga disebut dengan Perang Khondaq (parit) karena Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dan para sahabat menggali parit sebagai siasat perang untuk melindungi Madinah dari kepungan musuh dan memperkecil kekalahan.
Quraisy merasa tidak berdaya melenyapkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dan para sahabat jika mereka bertindak seorang diri. Terlebih setelah melihat apa yang mereka alami pada Perang Badar, Uhud, dan kerugian-kerugian lain dari pembajakan yang dilakukan oleh kaum muslimin terhadap kafilah dagang mereka selama ini. Oleh karena itu, pada tahun ke-5 H, mereka menyusun strategi baru yaitu bersekutu dengan kabilah-kabilah yang lain dari bangsa Arab dan bangsa Yahudi. Hal ini sangat tepat bagi mereka karena orang-orang kafir di sekitar jazirah mulai merasakan ancaman dakwah Islam, terlebih lagi Yahudi Bani Nadhir dan Bani Qoinuqo'yang telah menuai buah pahit akibat pengkhianatan mereka sehingga diusir oleh Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dari Madinah. Maka tokoh-tokoh Yahudi tersebut berangkat ke Makkah untuk mendorong Quraisy berperang melawan kaum muslimin serta memuji agama jahiliah. Mereka menemui kabilah Ghothofan dan menyatakan kaum Yahudi dan Quraisy telah bersyarikat untuk memerangi kaum muslimin.
Ketahuilah bahwa perang adalah khid'ah atau siasat tipu daya. Sebab itu, siasat pada suatu peperangan berbeda dengan siasat pada perang yang lainnya. Tentara kaum muslimin yang jauh lebih sedikit jumlahnya daripada pasukan musuh dan dikepung dalam kota, siasat perangnya jelas berbeda dengan siasat ketika Perang Badar atau Uhud pada tempat yang terbuka. Tatkala Rosululloh mendengar berita kedatangan pasukan ahzab, beliau memerintahkan para sahabat untuk menggali parit atas usulan Salman al-Farisi karena beliau memiliki pengalaman dari negerinya (Persia) tatkala mereka berperang melawan Romawi jika mereka dikepung musuh dalam kota maka mereka menggali parit untuk menghalau musuh.

Nikah peredam fitnah


Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orangorang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. QS. An-Nūr [24]: 32–33

Zaman sekarang perzinaan menyebar di mana-mana, terlebih lagi dengan kemajuan teknologi canggih berupa internet, HP (telepon genggam), dan media elektronik lainnya, cukup melancarkan syahwat yang haram bagi orang yang tipis imannya. Lalu bagaimana solusinya? Ikutilah kajian berikut ini
Makna Ayat Secara Umum
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata, “Allah memerintah orang tua atau yang mewakilinya agar menikahkan anggota keluarganya yang sendirian—yang belum menikah—baik dia pria, gadis, atau janda. Kerabat dekat dan wali anak yatim hendaknya menikahkan mereka. Apabila dia diperintah untuk menikahkan keluarganya, maka yang memerintah lebih berhak untuk menikah juga.”

Hukum Menikah
Imam Nawawi v berkata, “Mana yang lebih utama, menikah atau tidak? Sahabat kami (pengikut Imam Syafi’i) berkata, ‘Manusia dalam hal ini ada empat macam:
1. Orang yang sangat kuat keinginan menikah dan mampu menikah, hendaknya dia menikah.
2. Orang yang tidak punya keinginan menikah dan tidak punya bekal untuk menikah, maka
dibenci menikah.
3. Orang yang punya keinginan menikah tetapi belum punya bekal untuk menikah, dia dibenci menikah dan hendaknya berpuasa untuk membendung syahwatnya.
4. Orang yang punya bekal untuk menikah tetapi tidak ingin menikah, maka menurut Imam Syafi’i dan pengikutnya; sebaiknya dia tidak menikah agar murni menjalankan ibadah, tetapi seandainya dia menikah pun tidak dilarang. Imam Abu Hanifah dan sebagian pengikut Imam Syafi’i dan pengikut Imam Malik berpendapat lebih utama apabila dia mau menikah. Wallahu A’lam.’”
Keutamaan Menikah
Tidaklah Allah e dan Rasulullah n memerintah sesuatu melainkan apabila diamalkan pasti berfaedah, demikian pula sebaliknya, bila dilanggar pasti berbahaya. Menikah adalah bagian dari perintah-Nya bahkan diamalkan oleh para utusan- Nya. Adapun di antara keutamaan menikah:
1. Terpenuhi kebutuhan fitrah manusia
Bukankah setiap manusia—yang kafir atau yang mukmin—jika sehat fisik dan akalnya dia menyenangi wanita? Allah Yang Maha Belas kasihan kepada hamba-Nya menunjukkan kita kepada jalan yang fitrah yang selamat dari kehancuran yaitu dengan menikah.
......................
Keutamaan Menikah Pada Waktu Muda
Imam Nawawi  berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wassallam menganjurkan pemuda agar segera menikah. Hadits ini menganjurkan kita agar menikah pada usia muda. Itulah tujuan utama menikah karena masa muda paling nikmat dan lebih sedap bau mulutnya, lebih menarik, paling indahnya pergaulan, lucu bicaranya, cantik dan tampan wajahnya, lembut kulitnya, menggait suami untuk bersikap lembut kepadanya.”

Kentang Panggang Sempurna di Rumah Sendiri? Mengapa Tidak, Ada Kiatnya

Kentang Panggang Sempurna di Rumah Sendiri? Mengapa Tidak, Ada Kiatnya
Kentang Panggang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Apa yang anda tahu kentang panggang? Mungkin anda pernah menyantap tipe kentang panggang yang paling umum ditemukan, kentang panas merekah dengan sedikit potongan keju cedar dan sedikit tomat lembut.

Biasanya tipe ini, daging kentang dikeluarkan lalu dilumat dengan campuran bahan isi dan dikembalikan dalam kulitnya. Namun di Kanada, kentang panggang disajikan mewah. Mereka dibagi empat lalu diisi dengan mentega atau butter lembut. Bahkan mentega itu akan meleleh ke piring begitu dibawa di hadapan anda.

Lalu di atasnya diberi lagi krim asam dingin dan taburan herba chives (mirip kucai dari negara empat musim). Campuran antara kentang panas, lelehan mentega hangat dan krim dingin plus aroma bawang dari kucai itu sungguh memberi sensasi luar bisa.

Bila tak bisa menahan diri dan kerap menyantap menu ini, seseorang bisa menambah berat badan beberapa kilo hanya dalam hitungan hari.

Kentang panggang memang bukan makanan khas Indonesia. Sebagian besar mungkin menyantapnya hanya di restoran-restoran Barat. Namun jika anda termasuk yang doyan menyantap makanan satu ini, sebenarnya sangat mudah untuk memasak sendiri di rumah, caranya pun cukup sederhana.

Rahasia semua kentang panggang adalah pada tekstur. Kulit yang renyah, daging kentang yang masir seperti salju atau pecah seperti bongkahan salju adalah daya tariknya. Rasa bisa berubah menurut perbedaan variasi--kadang ada yang mirip kacang, jadi cobalah berbagai jenis kentang.

Bergantung pada apa yang anda lakukan, si kentang bisa tampil sangat mewah atau bercita rasa rumah. Buatlah dengan kehati-hatian maka ia akan menjadi salah satu menu memuaskan yang bisa anda santap. Begini kiatnya.

1. Bagaimana anda memperlakukan para kentang itu adalah bagian penting. Meski cuma kentang tapi sentuhan berbeda akan membawa hasil berbeda. Tentu anda tak ingin kentang anda terlalu lembek, lembab (kecuali jika anda suka, maka anda bisa membungkusnya dengan aluminium foil). Namun bila anda yang memilih kentang panggang renyah, krispi dengan kulit sedikit asing, maka lupakan aluminum tadi.

2
Pilih kentang bagus berukurang sedang. Masing-masing sekitar 300 gram dan siapkan garam laut butiran.

3. Gosok kentang dan bersihkan dengan air mengalir lalu tusuk-tusuk dengang garpu. Ketika masih sedikit basah lumuri ringan dengan garam. Cara ini akan memberi efek renyah pada kulit.

4. Letakkan kentang-kentang tadi di atas kertas pemanggang, lalu ciprati kertas dengan air dengan percikan lewat tangan basah anda. Jangan sentuh kertasnya.

5. Panggang dalam oven yang sebelunya telah dipanaskan bersuhu 200° C, atau setel kenop oven di angka 6 dan panggang selama satu hingga satu setengah jam. (Waktu akan bergantung pada ukuran dan berapa banyak kentang yang anda panggang saat itu, lebih banyak ketang berarti lebih banyak waktu).

6. Untuk mengetes apakah kentang sudah matang, tekan sedikit. Kentang akan terasa lunak di bawah kulit atau bila anda tidak yakin tusukkan lidi di tengah.

7. Ini tips agar kentang yang anda sajikan tampak indah seperti di restoran, merekah ke empat arah. Angkat kentang anda dan buat irisan menyilang di atas dengan pisau tajam lalu tekan kuat kentang dengan cara memegangnya menggunakan serbet hingga terbuka ke empat penjuru. Beri penambah cita rasa yang anda sukai, garam, merica atau mentega dingin di tengah. Bila anda ingin sentuhan lebih mewah anda bisa menaruh krim dan beberapa jenis herbal yang anda sukai.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Telegraph

Resep Cake Moka Coklat ala Chef Fatmah

Resep Cake Moka Coklat ala Chef Fatmah
.

Bahan A:

525ml  putih telur
400gr   gula pasir
1 sdm  cake emulsifier
1 sdt    garam
1 sdt    baking powder



Bahan B:

250gr   tepung terigu
50gr     santan bubuk



Bahan C:

100ml  santan kental
1 sdm  essence coffee
75gr     mentega, lelehkan
2 sdm  susu kental manis



Bahan D:


mocca pasta secukupnya
coklat pasta secukupnya.



Cara membuatnya:


-          kocok putih Bahan A hingga kental, masukkan bahan B, aduk rata. Tuangi campuran bahan C, aduk rata

-          Bagi adonan menjadi 3 bagian sama rata, satu bagian beri mocca pasta, satu bagian beri pasta cokelat dan satu bagian lagi biarkan putih.

-          Tuang adonan cokelat kedalam loyang 22x22x7cm yang telah dipoles mentega dan dialasi kertas roti, kukus dalam dandang selama 10 menit, tuangi dengan adonan mocca, kukus lagi selama 10 menit, terakhir tuang adonan putih, kukus 20 menit, hingga matang. Angkat.

TEMPAT TINGGAL DAJJAL PADA ZAMAN NABI

Sebuah Hadits menerangkan, bahwa pada suatu hari sehabis salat berjama'ah, Nabi Muhammad SAW menahan para Sahabat dan berkata sbb : "Tamim Dari, seorang Kristen yang memeluk Islam, ia menceritakan kepadaku tentang Dajjal, yang cocok dengan apa yang pernah aku ceritakan kepada kamu". Lalu beliau menceritakan ceritera Tamim Dari sbb :

"Pada suatu hari ia berlayar dengan beberapa orang dari kabilah Lakhm dan Judham. Setelah berlayar sebulan lamanya, mereka mendarat di sebuah pulau, dimana mereka berjumpa untuk pertama kali dengan seekor makhluk yang aneh, yang menamakan dirinya Jassassh (makna aslinya mata-mata). Jassasah memberitahukan kepada mereka tentang seorang laki-laki yang tinggal dalam Gereja. Kemudian mereka mengunjungi orang itu dalam Gereja, yang nampak seperti raksasa, yang tangannya diikat pada lehernya, dan kakinya diikat dengan rantai, dari lutut hingga mata-kaki. Mereka bercakap-cakap dengan orang ini, yang tiba-tiba ia bertanya kepada mereka tentang Nabi SAW, dan ia mengakhiri percakapannya dengan ucapan: 'Aku adalah Masihid Dajjal, dan aku berharap semoga aku segera dibebaskan, lalu aku dapat menjelajahi seluruh dunia, kecuali Makkah dan Madinah".

Satu hal yang sudah pasti ialah bahwa seluruh ceritera ini bukanlah kejadian biasa, melainkan sebuah visiun (ru'yah). Adapun bukti bahwa kejadian itu terjadi dalam ru'yah ialah adanya kenyataan bahwa Dajjal bertanya kepada mereka sbb: "Ceriterakanlah kepadaku tentang Nabi bangsa Ummi (bangsa Arab), apakah yang ia kerjakan".

Pertanyaan mereka dijawab sbb: "Beliau meninggalkan Makkah dan sampai di Madinah". Dalam Hadits lain, Dajjal diriwayatkan bertanya sbb: "Orang ini yang muncul di antara kamu, apakah yang ia kerjakan?" (Kanzul-Ummal jilid VII, hal 2024).

Bagaimana mungkin Dajjal tahu bahwa Nabi bangsa Arab telah muncul? Apakah Dajjal telah menerima wahyu? Sudah barang tentu tidak. Dan pula tak mungkin bahwa ini adalah perkara terkaan.

Kejadian-kejadian lain yang diceriterakan dalam Hadits ini, semuanya menguatkan pendapat bahwa ini terjadi dalam ru'yah. Misalnya, siapakah yang mengikat tangan Dajjal pada lehernya? Siapakah yang mengikat kakinya dengan rantai? Bolehkah kami mengira bahwa Dajjal dilahirkan dalam keadaan demikian? Mengapa jassasah tidak melepas rantai Dajjal? Segala persoalan yang rumit ini hanya dapat dipecahkan apabila kami menganggap ceritera ini berasal dari ru'yah Tamim Dari.

Segala sesuatu yang diketahui oleh Nabi Suci yang berhubungan dengan masalah ini juga berlandaskan ru'yah. Allah tak pernah membawa beliau ke sebuah pulau, dan menyuruh beliau melihat Dajjal dengan mata-kepala sendiri. Sebaliknya, hanya melalui ru'yah sajalah, beliau melihat sifat-sifat Dajjal. Beliau menyajikan ru'yah Tamim Dari ini, sekedar untuk memperkuat apa yang diketahui oleh beliau dalam ru'yah sebagaimana beliau menceriterakan juga impian para Sahabat lainnya. Hadits ini memberi petunjuk kepada kita, di mana tempat-tinggal Dajjal :

1. Ia bertinggal di sebuah pulau.
2. Letak pulau ini sejauh satu bulan pelayaran dari Syria.

Masih ada satu lagi yang orang dapat ketahui dari Hadits ini, yakni, bahwa pada zaman Nabi, Dajjal sudah ada, tetapi ia belum diizinkan keluar. Hal ini akan kami uraikan nanti dengan panjang-lebar.

Dua catatan tersebut di atas memberi petunjuk seterang-terangnya akan tempat-tinggal Dajjal. Sudah terang bahwa Eropa didiami pula oleh bangsa-bangsa lain, tetapi bangsa Inggris mempunyai kekuasaan dan kebesaran yang tak pernah jatuh di tangan bangsa lain di benua itu. Itulah sebabnya mengapa benua Barat disebutkan secara khusus sebagai tempat-tinggal Dajjal.

GAMBARAN DAJJAL MENURUT AL-HADITS

Segala macam keistimewaan yang kami lihat pada peradaban Barat sekarang ini, semuanya cocok dengan ciri-ciri Dajjal yang dilihat oleh Nabi Muhammad SAW dalam ru'yah. Memang benar bahwa bangsa-bangsa ini mempunyai sedikit perbedaan satu sama lain, tetapi ada satu hal yang semuanya sama. Dan ciri yang sama inilah yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam memberi gambaran tentang Dajjal.

Kami hanya akan mengutip Hadits-hadits yang menguraikan ciri-ciri Dajjal. Marilah kita mulai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

1. "Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid - Dajjal" (Bukhari 77:68,92)

2. "Awas! dia pecak (buta sebelah)… dan diantara dua matanya, tertulis 'Kafir'…" (Bukhari 93:27).

Dari gambaran tersebut dapatlah kami catat:
1. Bahwa mengenai bentuknya, Dajjal digambarkan berbadan kekar.
2. Bahwa roman-mukanya putih dan mengkilat.
3. Bahwa rambut kepalanya pendek dan ikal.

Tiga gambaran ini cocok sekali derigan bentuk orang-orang Eropa pada umumnya. Mereka itu pada umumnya berbadan kekar; bertubuh baik dan kuat; rambutnya pendek dan ikal, sampai-sampai wanitanya pun memotong pendek rambutnya; kulit mereka putih dan mengkilat. Jadi, gambaran tentang ciri-ciri Dajjal tersebut, cocok sekali dengan perwujudan orang-orang Eropa.

Adapun dua ciri lainnya, yakni, bahwa mata kanan Dajjal buta, dan pada dahinya tertulis kaf, fa'dan ra' atau kaflr, ini menggambarkan keadaan rohani Dajjal yang sebenarnya. Sebagaimana telah kami terangkan, Dajjal menggambarkan suatu bangsa. Sebagai bangsa, tak mungkin semuanya buta mata jasmaninya.

Selain itu, Dajjal yang digambarkan buta mata kanannya, mata-kiri Dajjal digambarkan bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Dengan perkataan lain, mata-kanan Dajjal digambarkan hilang cahayanya, tetapi mata-kirinya bersinar terang. Penjelasan yang diberikan oleh Imam Raghib tentang mata Dajjal yang buta sebelah kanannya, sungguh ilmiyah sekali. Pada waktu menjelaskan arti kata al-Masih, beliau menerangkan bahwa kata masaha berarti menghapus sesuatu, lalu beliau menambahkan keterangan sbb:

"Diriwayatkan bahwa mata-kanan Dajjal hilang penglihatannya, sedangkan nabi 'Isa mata-kiri beliaulah yang hilang penglihatannya; dan ini berarti bahwa Dajjal tak mempuyai sifat-sifat akhlak tinggi, seperti misalnya kearifan, kebijaksanaan dan rendah hati; sedangkan nabi 'Isa tak mempunyai kejahilan, keserakahan, kerakusan dan sebagainya yang termasuk jenis akhlak yang rendah".

Jadi, gambaran Dajjal buta mata-kanannya janganlah ditafsirkan secara harfiyah, melainkan secara kalam ibarat, yakni harus diartikan bahwa Dajjal tak mempunyai akhlak yang baik.

Bahwa dua mata manusia itu, yang satu digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian dan agama, dan yang satu lagi digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan. Oleh karena hal-hal yang berhubungan dengan agama dan kerohanian itu lebih tinggi kedudukannya daripada hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan, maka buta mata kanan Dajjal berarti bahwa Dajjal sedikit sekali perhatiannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan agama atau kerohanian, dan ini cocok sekali dengan apa yang dialami oleh bangsa-bargsa Eropa sekarang ini.

Seluruh parhatian mereka ditujukan kepada hal-hal yang berhubungan dangan kebendaan dan keduniaan dan kemajuan mereka dalam bidang ini tak ada bandingannya. Inilah yang dimaksud dengan apa yang diuraikan dalam Hadits, bahwa mata-kiri Dajjal bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Artinya, Dajjal mampu melihat segala macam barang-barang duniawi, yang bangsa-bangsa lain tak mempunyai pengertian tentang itu. Tetapi mata rohani Dajjal tak mempunyai penglihatan yang tajam, karena semua kekuatan Dajjal dihabiskan guna kepentingan urusan duniawi. Sukses Dajjal yang tak ada taranya dalam urusan duniawi mengakibatkan buta sebelah. Penjelasan ini sungguh mengagumkan dan cocok sekali dengan apa yang dikatakan oleh Al-Qur'an  tentang bangsa-bangsa Kristen:

"Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka amat pandai dalam membuat barang-barang" (18:104)

Hadits Nabi melukiskan hal ini dengan kalam ibarat, bahwa mata kiri Dajjal, yaitu, mata-duniawi bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Adapun keadaan rohani bangsa-bangsa Dajjal Allah berfirman sbb:

"Mereka adalah orang-orang yang mengkafiri ayat Tuhan, dan (mengakhiri) perjumpaan dengan Dia" (18 : 105).

Hadits Nabi menjelaskan hal ini dengan caranya sendiri, yaitu, bahwa mata-kanan Dajjal tak mempunyai kekuatan untuk melihat ayat Tuhan.

Tanda Dajjal yang lain, yakni tulisan kafara atau kafir pada dahinya ini berkenaan pula dengan keadaan rohaninya. Jika orang berkata, bahwa pada dahi seseorang terdapat tulisan anu, ini sama artinya dengan mengatakan, bahwa anu itu adalah fakta senyata-nyatanya bagi dia. Maka dari itu, uraian Hadits bahwa pada dahi Dajjal terdapat tulisan kafir, ini hanyalah berarti bahwa kekafiran itu merupakan kenyataan yang senyata-nyatanya bagi dia.

Kata-kata Hadits itu sendiri sudah menerangkan; bahwa demikian itulah nyatanya. Pertama-tama, Hadits menerangkan bahwa tiap-tiap mukmin dapat membaca tulisan itu; jadi bukan tiap-tiap orang dapat membaca tulisan itu. Lalu ditambahkan kata penjelasan tentang orang mukmin itu, yakni, "baik ia buta huruf atau mengerti tulis menulis." Artinya, tiap-tiap orang mukmin dapat memahami tulisan itu, baik ia mengerti tulis-menulis atau tidak.

Sudah terang, bahwa tulisan yang dapat dibaca oleh tiap-tiap orang mukmin, baik ia mengerti tulis-menulis atau buta huruf, tak mungkin berwujud kata-kata atau huruf. Jika tulisan itu berwujud kata-kata atau huruf, niscaya tak dipersoalkan lagi apakah pembacanya mukmin atau kafir, demikian pula tak perlu dinyatakan bahwa orang mukmin dapat membaca tulisan itu sekalipun ia buta-huruf.

Kepandaian membaca tulisan, tak ada sangkut pautnya dengan urusan iman. Setiap orang yang tak buta huruf pasti dapat membaca tulisan, sedangkan orang buta huruf, sekalipun ia orang mukmin sejati, ia tetap tak dapat membaca tulisan. Oleh karena itu, tulisan yang dimaksud bukanlah tulisan biasa, melainkan menifestasinya perbuatan seseorang. Pernyataan bahwa tulisan itu hanya dapat dibaca oleh orang mukmin saja, ini berarti, bahwa orang kafir tak pernah sadar akan kekafirannya, sehingga membutuhkan mata orang mukmin untuk membaca buruknya kekafiran mereka.

APAKAH DAJJAL ITU ORANG ATAUKAH BANGSA ?

Memang benar bahwa kebanyakan Hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, yang di dahinya terdapat tulisan Arab yang terdiri dari huruf  kaf, fa' dan ra' (atau kafara, artinya kafir), dan yang membawa keledai, sungai dan api. Tetapi jika Hadits-hadits itu kita cocokkan dengan uraian Al-Qur'an, maka akan nampak dengan jelas, bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa, atau lebih tepat lagi, segolongan bangsa.

Dengan tegas Al-Qur'an mempersamakan Dajjal dengan bangsa-bangsa Kristen, dan lagi, Al-Qur'an menyatakan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa-Ma'juj bukanlah dua jenis makhluk yang berlainan, karena fitnah yang ditimbulkan oleh mereka itu disebutkan bersama-sama.

Kami juga mempunyai bukti dari kitab Bible yang menerangkan, bahwa Ya'juj wa-Ma'juj adalah bangsa-bangsa Eropa. Dengan demikian teranglah bahwa Dajjal juga berarti bangsa. Sebagaimana telah kami terangkan di muka, fitnah Dajjal itu bersumber pada menangnya agama Kristen.

Ada sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal itu bukan orang melainkan bangsa, sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan dalam Hadits itu bukanlah tempat melainkan bangsa. Hadits itu berbunyi sbb:

"Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertampur dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu".

Di sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti pertempuran dengan Arab, Persi dan Roma. Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah bangsa, seperti halnya Arab, Persi dan Roma. Boleh jadi yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu hal sudah pasti, yakni bahwa menurut Hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau segolongan bangsa; seperti halnya Persi atau Roma.

Tetapi masih saja harus dijelaskan, mengapa dalam Hadits dijelaskan seakan-akan Dajjal itu orang. Sebagaimana telah kami terangkan, semua ramalan Nabi Suci itu didasarkan pada ru'yah atau kasyaf (visiun), dan dalam ru'yah atau kasyaf, suatu bangsa hanya digambarkan sebagai orang-seorang. Sebenarnya, bangsa itu dikenal dari ciri-cirinya; dan dalam ru'yah, ciri-ciri ini hanya dapat diperlihatkan dalam bentuk orang-seorang. Bahkan dalam bahasa sehari-hari, bangsa itu diajak bicara bagaikan orang. Misalnya, Al-Qur'an mengajak bicara bangsa Israil, seakan-akan bangsa Israil itu orang. Bacalah misalnya, ayat Al-Qur'an berikut ini:

"Wahai kaum Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Aku berikan kepada kamu, dan bahwa Aku memuliakan kamu di atas sekalian bangsa" (2:47).

Kaum Bani Israil yang diperingatkan di sini ialah mereka yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, tetapi peristiwa yang dimaksud ialah yang terjadi pada zaman nabi Musa, atau beberapa abad sesudah beliau. Kenikmatan yang teruraikan dalam ayat ini telah diberikan, kepada kaum Bani Israil zaman dahulu, tetapi ayat Al-Qur'an ini ditujukan kepada kaum Bani Israil zaman sekarang yang sedang dalam keadaan hina dan suram. Tetapi seluruh kaum Bani Israil ini dikatakan bagaikan satu orang.

Demikianlah seluruh bangsa Dajjal diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam ru'yah bagaikan satu orang, padahal Dajjal seperti yang digambarkan oleh Al-Qur'an menunjukkan bahwa Dajjal adalah segolongan bangsa yang ciri-ciri khasnya sudah dikenal.

HADITS TENTANG DAJJAL

Hadits tentang Dajjal adalah banyak sekali, dan diriwayatkan oleh sejumlah besar Sahabat Nabi, sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; walaupun masih perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci. Hadits-hadits itu termuat dalam kitab-kitab Hadits yang amat sahih, bahkan yang termuat dalam kitab Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya.

Hadits tentang Dajjal yang termuat dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah seratus, dan di antara yang meriwayatkan Hadits; terdapat sahabat kenamaan, seperti sayyidina Abubakar, 'Ali, Siti 'Aisyah, Sa'd bin Abi Waqqas; Abdullah bin Abbas, Abdullah bin 'Umar, Abdullah bin 'Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri, Anas bin Malik, Jabir, Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka'b, Safinah, Imran bin Husain, Nawas bin Sam'an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais, Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Asma' binti Yazid, dan Mughirah bin Syu'bah.

Masih banyak Sahabat lagi yang meriwayatkan Hadits tentang Dajjal. Para Sahabat ini semua sependapat bahwa Nabi Muhammad SAW berulang-ulang menceritakan Dajjal, hingga tak perlu diragukan lagi tentang adanya kenyataan bahwa sumber yang mengalirkan ramalan itu adalah Nabi Muhammad SAW sendiri.

MENGAPA DAJJAL DISEBUT AL-MASIH

Sebenarnya jika orang mau berpikir sejenak saja, pasti akan menemukan kebenaran, mengapa Dajjal disebut Masihid-Dajjal. Mengapa Dajjal disebut al-Masih? Karena Dajjal selalu menunaikan tugasnya atas nama "al-Masih", yang julukan ini diberikan oleh Allah kepada nabi 'Isa berdasarkan wahyu-Nya. Diberikannya julukan al-Masih kepada Dajjal menunjukkan, bahwa Dajjal akan menunaikan pekerjaan atas nama orang suci ini, dan inilah sebenarnya yang menyebabkan dia disebut Dajjal atau penipu, karena ia menggunakan nama "al-Masih", seorang Nabi dan hamba Allah yang tulus, tetapi ia berbuat sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ajaran beliau.

Al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa Allah itu Esa, dan tak ada Tuhan selain Dia yang wajib disembah; tetapi Dajjal mengangkat nabi 'Isa itu sendiri sebagai Tuhan. Selanjutnya, al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa semua Nabi adalah hamba Allah yang tulus, tetapi Dajjal mengutuk semua Nabi yang suci sebagai orang berdosa. Mengapa demikian ? Karena jika para Nabi Utusan Allah ini tak dikutuk sebagai orang berdosa, maka tak perlu timbul Putra Allah yang tak berdosa, untuk menebusi dosa sekalian manusia.

Selanjutnya, al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa setiap orang akan mendapat ganjaran atau hukuman sesuai perbuatan yang ia lakukan, tetapi Dajjal yang berkedok al-Masih mengajarkan bahwa Putra Allah sudah cukup menebusi dosa ummat Kristen. Al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa orang kaya tak dapat masuk dalam kerajaan Surga, tetapi Dajjal yang mengaku-ngaku al-Masih mengajarkan supaya manusia menumpuk-numpuk kekayaan. Singkatnya, kitab-kitab Hadits menggunakan julukan "Al-Masihid Dajjal" hanyalah untuk menjelaskan, bahwa Dajjal adalah nama lain belaka bagi agama Kristen sekarang ini. Nama Al-Masih dan agama al-Masih hanyalah digunakan sebagai kedok untuk menutupi penipuan (dajala) yang ada di belakang itu.

MENURUT AL-QUR'AN DAN AL-HADITS, KEMENANGAN GEREJA ITU SAMA DENGAN FITNAHNYA DAJJAL

Sebagaimana kami terangkan di muka, Al-Qur'an tak menyebutkan nama Dajjal secara khusus. Tetapi dalam Hadits sahih diterangkan bahwa barang siapa membaca surat al-Kahfi, ia akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, padahal surat ini khusus membahas agama Nasrani dan ajarannya yang palsu. Terutama sekali sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat ini, khusus dibahas kepercayaan dan kegiatan bangsa-bangsa Kristen. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa rnenurut Al-Qur'an, f'itnahnya Dajjal itu hanya sebutan lain saja bagi kemenangan agama Nasrani. Dengan perkataan lain, apa yang digambarkan dalam Hadits sebagai fitnahnya Dajjal itu tiada lain hanyalah kemenangan agama Nasrani.

Dengan suara bulat semua kitab Hadits mengumumkan bahwa fitnahnya Dajjal adalah fitnah yang paling besar, sampai-sampai kaum Muslimin diajarkan agar pada tiap-tiap shalat berdo'a kepada Allah untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal: "Ya Allah, aku mohon perlindungan Dikau dari fitnahnya Masih ad-Dajjal". Selanjutnya diterangkan pula dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnahnya Dajjal. Dalam Hadits dinyatakan seterang-terangnya sbb:

"Tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, sejak terciptanya Adam hingga Hari Kiamat".

Semua kitab Hadits sama pendapatnya tentang hal ini, dan peringatan ini diulang berkali-kali dalam berbagai bentuk kalimat. Oleh karena itu timbullah pertanyaan, mengapa Al-Qur'an tak membicarakan peristiwa yang digambarkan dengan tegas oleh Nabi Muhammad SAW sebagai fitnah yang paling besar?

Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, baiklah kami periksa labih dahulu sifat dua macam fitnah yang kaum Muslimin diperingatkan akan terjadi pada akhir zaman. Pertama tentang fitnahnya Ya'juj wa-Ma'juj, ini diuraikan seterang-terangnya, baik dalam Al-Qur'an maupun dalam Hadits; akan tetapi Al-Qur-an tak menerangkan tentang Dajjal, melainkan sebagai penggantinya, Al-Qur'an hanya menerangkan fitnah besar berupa ajaran Kristen tentang Ketuhanan nabi 'Isa. Dengan kata-kata yang tegas, Al-Qur'an mencela ajaran ini sebagai fitnah yang paling besar bagi manusia:

"Langit hampir-hampir pecah dan bumi membelah dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka mengakukan seorang putra kepada Tuhan Yang Maha-pemurah" (19:90-91)

Selanjutnya Al-Qur'an menerangkan, bahwa ajaran semacam itu tak pernah diajarkan oleh nabi 'Isa. bahkan sebenarnya, ajaran itu bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh nabi 'Isa.

"Tatkala Allah berfirman: Wahai 'Isa anak Maryam, apakah engkau berkata kepada manusia ambillah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah ? la ('Isa) berkata: Maha suci Engkau, tak pantas bagiku mengatakan sesuatu yang aku tak berhak mengatakan itu… Aku tak berkata kepada mereka selain apa yang Engkau perintahkan kepadaku, yakni mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu" (5:116-117).

Jadi menurut Al-Qur'an, ajaran tentang Ketuhanan nabi 'Isa tak diajarkan oleh beliau, melainkan diajarkan oleh Anti-christ atau Dajjal. Walaupun Al-Qur'an tak menyebut-nyebut nama Dajjal, namun Al-Qur'an membicarakan ajaran Dajjal yang sesat berupa ajaran Kristen tentang Putra Allah.

Jika kami memperhatikan Hadits yang bersangkutan, inipun membenarkan apa yang tersebut di atas. Dalam hubungan ini, hal yang mula-pertama menarik perhatian kami ialah, bahwa Hadits yang menerangkan turunnya al-Masih, hampir semuanya memikulkan satu tugas kepada beliau, yakni "mematahkan kayu palang" (yaksirus-saliba).

Jarang sekali Hadits yang menerangkan, bahwa beliau ditugaskan untuk membunuh Dajjal. Hal ini memang aneh jika diingat bahwa menurut Hadits, fitnahnya Dajjal itu fitnah yang paling besar di dunia. Fitnah ini hanya akan disingkirkan oleh tangan Masih-Mau'ud. Akan tetapi pada waktu membicaraka turunnya al-Masih, Hadits hanya menerangkan bahwa tugas beliau yang paling besar ialah mematahkan kayu palang; ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa mematahkan kayu palang adalah sama artinya dengan membunuh Dajjal.

Sungguh mengesankan sekali bahwa manakala Hadits menerangkan fitnah zaman akhir, maka fitnah yang paling besar adalah fitnahnya Dajjal; tetapi manakala Hadits menerangkan obat yang dapat memberantas fitnah itu, maka hanya disebut patahnya kayu palang. Mengingat bahwa tugas utama Masih-Mau'ud ialah mematahkan kayu palang, maka teranglah bahwa fitnahnya Dajjal dan merajalelanya agama Kristen adalah, dua sebutan belaka bagi satu idee yang sama.

Mualaf Melinda Baily (3): Ragu Soal Trinitas

 Mualaf Melinda Baily (3): Ragu Soal Trinitas
Melinda Baily

REPUBLIKA.CO.ID, SOUTH CAROLINA – Berbicara soal hak perempuan, Melinda mulai setuju dengan beberapa hal yang ada dalam Islam. Poin awal ini yang semakin membuatnya tertarik untuk mempelajari Islam.

Melinda lalu mencari tahu apa yang sebenarnya disembah oleh umat Islam. Awalnya, ia berpikir Muslim menyembah Muhammad, tidak percaya pada Yesus dan tidak percaya pada Tuhan. “Ketika aku meneliti, ternyata mereka percaya pada Yesus (Isa), mereka percaya pada Tuhan, tapi mereka tidak percaya pada Trinitas.”

Saat mempelajari Islam, ia melihat banyak hal yang mirip antara Islam dan Kristen. Beberapa kisah dalam Alquran semakin memudahkannya dalam belajar. Melinda juga banyak mengetahui cerita tentang Abraham (Ibrahim), Musa dan Nuh dan begitu banyak hal yang persis sama, kecuali soal Trinitas.

Melinda lalu mempelajari posisi Muhammad dalam Islam. Ia lalu tahu bahwa Muslim tidak menyembah Nabi Muhammad. “Muhammad adalah seorang nabi yang memerintahkan untuk menyembah satu Tuhan,” kata dia.

Satu hal umum yang merupakan perdebatan besar antara Muslim dan Kristen adalah sudut pandang Islam bahwa menyembah Yesus sebagai Tuhan dianggap menyekutukan Allah. Ia kemudian mempelajari pandangan Islam tentang Yesus. "Secara pribadi, pada saat itu aku menyadari bahwa Trinitas benar-benar tidak masuk akal bagiku,” kata dia.

Namun, hal itu belum memuaskan dirinya. Banyak poin yang ia pelajari dalam Kristen, seperti Yesus adalah anak Tuhan, dan bahwa dia adalah Tuhan. Ia membandingkan dengan apa yang dikatakan umat Muslim bahwa Yesus adalah nabi dan tak pernah minta untuk disembah.

Saat konsep Trinitas sudah ia yakini kesalahannya, Melinda tak serta merta menyatakan masuk Islam. Satu hal yang menghalanginya masuk Islam adalah anggapan bahwa dirinya takkan diterima secara sosial jika menjadi Muslim. “Itu karena kesombongan kita sendiri dan prasangka. Kadang kita tidak bisa menerima seseorang dari ras yang berbeda, dari warna yang berbeda atau dari negara dan budaya yang berbeda,” ujarnya.

Namun, Melinda sadar dan segera memantapkan hatinya untuk memeluk Islam dan menikah. Ia teringat saat pertama kali akan menikah dan berpindah agama. "Sulit sekali menjelaskan pada keluarga besar yang sebagaian besar Katholik dan sebagian Kristen,” kata dia.

Ia juga mengatakan sangat sulit berada dalam suatu negara dengan kondisi minoritas namun begitu banyak prasangka. "Alhamdulillah, kini saya Muslim. Sudah menikah dan mulai menjalankan ajaran agama Islam," tegas Melinda.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Dwi Murdaningsih

Mualaf Melinda Baily (2): Mencari Agama Sendiri

Mualaf Melinda Baily (2): Mencari Agama Sendiri
Melinda Baily

REPUBLIKA.CO.ID, SOUTH CAROLINA – Masuknya sang kakak menjadi seorang Muslim, cukup menyebabkan keluarganya tak lagi pergi ke gereja. Namun, mereka mengaku masih memercayai ajaran Trinitas.

Sejak saat itu, banyak hal yang bertentangan dalam keluarga karena adanya perbedaan agama. Orang tuanya mengatakan satu hal, kakaknya mengatakan hal yang lain. Bosan dengan perdebatan, Melinda memutuskan untuk mencari sendiri keyakinannya saat hendak masuk ke sekolah tinggi.

“Jadi, aku benar-benar ingin belajar sendiri dan memutuskan apa yang kuyakini. Bukan hanya menerima agama yang kubawa sejak lahir,” ujar dia. Ia sangat yakin, apa pun hasil pencariannya akan membuatnya semakin mantap dalam beragama. Entah itu makin mantap menjadi seorang Kristen, atau bahkan justru masuk Islam.

Melinda sudah bertekad untuk ‘mencari kebenaran agama’, namun ternyata kehidupannya sebagai remaja jauh lebih menggairahkan dibandingkan keinginannya untuk belajar. “Ternyata aku tidak pernah benar-benar memiliki dorongan untuk melakukannya, karena aku sibuk melakukan banyak hal sebagai remaja,” tuturnya.

Tak berselang lama, sang kakak yang sudah berkeluarga, memutuskan untuk pisah rumah. Setiap kali datang berkunjung, Melinda selalu merasa kakaknya datang dengan karakter yang lebih religius dari sebelumnya. “Sungguh sangat menakutkan melihat perubahan itu. Lalu kakak mengenalkan aku dengan seorang pria Muslim,” ungkap Melinda.

Ia kemudian menjalin hubungan dengan pria itu. Namun, sebelum hubungan itu berlanjut serius, keduanya memutuskan untuk tidak melihat satu sama lain. Melinda ingin melakukan ‘meditasi’ untuk melakukan pencarian agama sebelum memutuskan untuk memiliki hubungan yang lebih serius dengan seseorang.

Melinda mulai melakukan pencarian. Baginya, satu rumah tangga harus memiliki agama yang sama. Itu adalah masalah prinsip yang tak bisa ditawar lagi. Pencarian agama ini yang menjadi langkah penting untuk menentukan apakah hubungan dengan pria itu lanjut atau putus. “Pernikahan lintas agama adalah suatu hal yang sulit. Aku benar-benar ingin meneliti agama sebelum akau memutuskan agama yang akan aku anut,” kata dia.

Hal pertama yang ia pelajari tentang Islam, yaitu hak tentang perempuan. Banyak rumor yang ia dengar tentang hak perempuan. Ia pikir perempuan dipaksa harus menutup seluruh badannya, harus selalu di belakang laki-laki. Opini itu yang selama ini ada di benaknya, karena seperti itulah yang digembar-gemborkan di media.

Alangkah terkejutnya Melinda ketika mengatahui bahwa ternyata banyak hak yang diberikan kepada perempuan. Misalnya, seorang wanita memiliki hak untuk memiliki kekayaan dan bisnis sendiri. Ia juga baru tahu bahwa perempuan bertanggungjawab terhadap uang sendiri dan boleh melakukan sesuatu tanpa pengaruh laki-laki. “Aku juga terkejut bahwa perempuan ternyata memiliki hak waris,” ujarnya.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Dwi Murdaningsih

Mualaf Melinda Baily (1): Bermula dari Islamnya Sang Kakak

Mualaf Melinda Baily (1): Bermula dari Islamnya Sang Kakak
Melinda Baily

REPUBLIKA.CO.ID, SOUTH CAROLINA – Melinda Baily baru tiga tahun memeluk Islam. Lahir dari ayah berdarah Polandia dan ibu berdarah Italia, kehidupan keluarganya benar-benar didedikasikan untuk Kristen.

Perkenalannya dengan Islam, tak lepas dari sang kakak. “Kakakku memiliki hubungan serius dengan pria Muslim,” ujar dia seperti dikutip onislam.net.

Sang kakak terlebih dulu mempelajari Islam. Awalnya, dalam keluarga Melinda tak satu pun yang mengenal Islam. Kehadiran calon kakak ipar disambut baik oleh keluarga. Kakaknya mulai ‘meraba-raba’ untuk belajar tentang cara pandang calon suaminya itu.

Keinginan sang kakak untuk belajar Islam tak terbendung lagi. “Dia ingin membuat keputusan tentang agama apa yang ingin mereka ajarkan kepada anaknya. Dia tak ingin memperkenalkan anak-anaknya dengan agama yang ia sendiri tidak yakin,” kata wanita yang tinggal di Carolina Selatan ini.

Sang kakak akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam setelah belajar selama dua tahun. Kakaknya mengatakan pada anggota keluarga bahwa ia tak lagi bisa menerima ajaran Trinitas yang selama ini dianut. Berislamnya kakak Melinda, pada mulanya dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan.

Bagaimana tidak, begitu banyak kesalahpahaman yang bisa terjadi karena masalah agama. Banyak perubahan besar yang terjadi pada diri sang kakak. Mulai dari cara pandang, cara berpakaian, cara berpikir dan semuanya. “Sungguh, saat itu aku benar-benar tidak tertarik pada Islam. Sangat menakutkan untuk melihat kakak banyak mengalami perubahan,” kenang Melinda.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Dwi Murdaningsih

Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (2): Menjadi Muslim,Giliran Ia Antarkan Seseorang Menjemput Hidayah

Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (2): Menjadi Muslim,Giliran Ia Antarkan Seseorang Menjemput Hidayah
Muhammad, mualaf asal New York yang terlahir Yahudi

REPUBLIKA.CO.ID, Ia tak pernah mendengar tentang Islam sebelum bekerja di Universitas New York pada pertengahan tahun 1970-an. Islam adalah hal asing baginya. Pada awalnya ia pikir Islam agama yang terlalu banyak aturan. Banyak larangan ‘ini-itu’. “Saya tak yakin bisa menerima semua peraturan itu,” ujar dia.

Namun ketika telah mengenal ternyata aturan-aturan itu tak menjadi soal baginya. Islam melarang makan babi, minum alkohol, dan semua bukan hal berat karena pada dasarnya ia tak suka makan babi atau minum alkohol.

Ia jatuh cinta dengan Islam saat mengetahui banyak hal tentang kehidupan yang diajarkan oleh agama ini. ”Ada shalat, puasa dan beramal 2,5 persen dari kekayaan setiap tahun,” kata dia.

Satu hal yang benar-benar ia kagumi dalam Islam adalah tak ada jarak antara manusia dengan Tuhan. “Allah selalu menunjukkan dirinya.” Ia merasa dekat dengan Tuhan yang selama ini ia cari. Di dalam Alquran, semua isinya adalah bahwa Allah maha pemaaf. “Sebelum shalat kita juga melakukan wudhu untuk mengapus dosa-dosa kecil kita,” kata dia.

Muhammad yakin dengan keimanannya. Seuatu ketika seorang temannya Nasrani bertanya mengapa ia tidak memeluk Kristen. Dengan diplomatis ia berkata, “Kalau saya harus menyembah manusia, maka saya akan menyembah Adam. Yesus tidak memiliki ayah, Adam bahkan tak memiliki ayah dan ibu."


Sebagai seorang muslim, ia yakin bahwa apa yang diajarkan Yesus sebenarnya juga menyeru untuk menyembah kepada Allah saja.

Nikmat Islam yang dirasakannya ia coba tularkan juga kepada orang lain. Setelah memeluk Islam, ia sempat mendapat kesempatan bernilai dengan mengantarkan seorang nasrani menjemput hidayah.

Suatu hari di hari Jumat, Muhammad sedang berada di masjid. Ia tiba-tiba batuk cukup parah. Ia merasa perlu keluar dari masjid untuk mengambil air minum agar batuknya tak menganggu jamaah lain.

“Saat keluar, aku melihat ada seorang pria yang tertarik masuk Islam,” ujar dia. Pria yang ia temui di beranda masjid itu kebingungan bagaimana untuk berkomunikasi dengan orang muslim. “Ia tak tahu bagaimana caranya masuk masjid, ia juga tak tahu bagaimana bertanya soal Islam,” kata dia.

Muhammad lalu memperkenalkan kepada pria yang baru dikenalnya bagaimana cara berwudhu. Mereka ngobrol, Muhammad juga menunjukkan bagimana cara shalat. Ia memperkenalkan pria itu dengan para jamaah lain. “Alhamdulilah, ia kini memeluk Islam. Itu hidayah Allah, tapi mungkin melalui perantara diriku,” ujarnya.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Dwi Murdaningsih

Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (1), Saat Remaja Ia Hampa dan Haus Spiritualitas

Kisah Muhamad dari Keluarga Zionis (1), Saat Remaja Ia Hampa dan Haus Spiritualitas
Muhammad, mualaf asal New York yang terlahir Yahudi

REPUBLIKA.CO.ID, Dulu, bagi Muhammad, Islam hanya sebatas jawaban tentang kehampaan yang ada di hatinya. Meskipun sudah bersyahadat di tahun 1970-an ia tak lantas melakukan kewajiban shalat dan puasa. “Pada dasarnya, aku naif dan bodoh,” akunya.

Ia hanya merasa ingin menjadi muslim seperti orang-orang yang ia temui. Saat bekerja di Universitas New York, ia banyak bertemu dengan orang muslim yang menurutnya memiliki sikap kemurahan hati, kerendahan hati, dan berkarisma. “Aku ingin memeluk agama seperti orang-orang yang aku kagumi itu,” kata dia.

Ketidaktahuannya soal ibadah membuatnya sempat melalaikan kewajibannya ketika awal menjadi seorang Muslim. Namun, kini shalat dan puasa sudah menjadi kebutuhannya. Berdoa sekarang telah menjadi seperti ‘menyikat gigi ketika sehabis makan’, sesuatu yang spontan dilakukan.

Bahkan puasa Ramadhan kini menjadi ibadah yang ia nanti-nantikan saban tahun. Saat-saat membahagiakan adalah ketika bisa berkumpul dengan komunitas muslim.

Lahir sebagai seorang Yahudi, Muhammad tak pernah merasakan nikmatnya menjadi hamba Tuhan. Orang tuanya adalah Yahudi kelas menengah yang tinggal di New York. Keluarga itu, bukan keluarga penganut Yahudi biasa. “Keluargaku lebih dekat dengan Zionis,” ujarnya.

Ada kehampaan yang mulai merasuk dalam jiwanya ketika masa remajanya hampir habis. Muhammad tak pernah merasakan tumbuh dengan ajaran agama atau petunjuk Tuhan. Ia merasa haus kebutuhan spiritual

Saat memasuki masa kuliah, mulai mencari suatu kebahagiaan yang nilainya lebih dari sekedar materi. “Aku ingin sesuatu yang lebih dari sekedar mengejar gaya hidup materialistis,” kata dia. Ia tak merasa bahagia dengan mobil, televisi atau apapun yang sifatnya materi.

Saat kuliah, ia mencoba mencari jawab atas semaua rasa ingin tahunya tentang Tuhan. Ia banyak menghabiskan waktu dengan para filsuf dan dosen untuk mempelajari agama. Ia menghabiskan waktu dengan Dalai Lama, penganut Buddha, Hindu, anggota gereja dan para Rabi Yahudi. Dari sekian banyak agama yang ia pelajari. Namun saat itu belum pernah sekalipun ia berkenalan dengan Islam.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Dwi Murdaningsih
Sumber: onislam

Kisah Lia Rojas (2-Habis): Begitu Berilslam, Tiba-tiba Ia Malu Melihat Kakinya Terbuka dan Bercelana Pendek

Kisah Lia Rojas (2-Habis): Begitu Berilslam, Tiba-tiba Ia Malu Melihat Kakinya Terbuka dan Bercelana Pendek
Lia Rojas

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak hal yang tak bisa diungkapkan Lia Rojas, mualaf asal Dallas, Texas, ketika pertama kali mengucapkan syahadat. “Sangat istimewa. Itu sangat luar biasa,” ujar dia.

Rojaz mengakui memang sulit pada awalnya menerima respon keluarga dan teman. Tapi sejak pikirannya terbuka ia yakin tak mungkin lagi terus bertahan dengan agama Katolik yang dianutnya. Awalnya memang banyak teman yang tiba-tiba menjuh, tapi itu bukanlah masalah bagi Rojas.

Ketika pertama kali mengucapkan syahadat, kondisi Rojas sangat jauh berbeda dibandingkan yang sekarang. Sekarang ia mengenakan jilbab. Dulu, ia masih suka mengenakan celana pendek dan tank top.

Ada kejadian yang cukup aneh ketika awal memeluk Islam. Ketika itu, ia berniat pergi berbelanja, ia tiba-tiba terpaku di dalam mobil. “Ketika hendak turun dari mobil untuk berbelanja, aku tiba-tiba merasa malu melihat kakiku (masih terbuka),” kata dia.

Ia begitu terpaku hingga tak bisa keluar dari mobil. Tiga kali mencoba keluar, namun ia merasa tak kuasa. Ia mulai bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, tiba-tiba saja ia merasa malu dengan apa yang ia kenakan di badan.  “Saya pulang ke rumah dan menangis,” kata dia. Itulah awal mula Rojas mulai berkenalan dengan jilbab.

Ia yang kini telah menjadi seorang muslim hanya bersyukur kepada Allah atas hidayah yang diberikan. “Alhamdulillah, jika aku mati hari ini aku akan mati sebagai seorang Muslim,” ujar dia.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Dwi Murdaningsih

Kisah Lia Rojas (1): Ingin Mendalami Agama yang Dianutnya, Ia Malah Terpikat Islam

Kisah Lia Rojas (1): Ingin Mendalami Agama yang Dianutnya, Ia Malah Terpikat Islam
Lia Rojas

REPUBLIKA.CO.ID, Lia Rojas memeluk Islam sejak enam bulan lalu. Sebelumnya, wanita asal Dallas, Texas ini memeluk Katolik sejak kecil. Ia bersyahadat setelah mempelajari Islam selama satu tahun.

Rojas mengalami sebuah proses yang unik dalam menemukan Islam. Awalnya, ia yang seorang calon guru agama Katolik berniat mempelajari lebih dalam ajaran agama yang dianutnya sebagai bekal memberikan ajaran kepada murid-muridnya.

 Rencananya, ia akan membawakan materi ‘Mengapa Katolik’. Sebelum memeberikan materi itu, ia benar-benar mempersiapkan diri. Hampir delapan bulan ia berupaya membekali diri untuk mengajar. Siapa sangka, saat ia berniat mempelajari lebih dalam agama Katolik, ia justru ‘tersandung’ Islam.

Sempat ia bercerita kepada temannya yang muslim, sang kawan semakin ‘mendorongnya’ kepada cahaya Islam. “Saya punya beberapa teman Muslim tapi saya tidak tahu mereka adalah Muslim. Saya memberitahu mereka tentang kelas saya dan bagaimana saya sedang belajar tentang Islam,” ujar Rojas.

Rojas lalu diberi salinan Alquran dalam bahasa Inggris yang kemudian ia pelajari lebih jauh. Selama waktu delapan bulan itu, ia justru lebih banyak mempelajari Islam dibanding mendalami agama Katolik.

Sebuah proses menuju cahaya Islam yang ditemukan dengan jalan yang tak pernah ia pikirkan. Sejak saat itu, ia tak lagi pergi ke gereja. Ia malah membatalkan mengajar kelas Katolik, tugas yang awalnya dipercayakan padanya.

Hampir seperti mualaf lain, Rojas juga mempelajari Alquran melalui internet. “Kemudian saya mulai mengunjungi ke masjid,” ujar dia.

Saat menemukan hidayah Islam, Rojas kini beranggapan Allah-lah yang telah menyelamatkannya dari segala kebutaan yang pernah ia lalui. “Sebelumnya kita berdoa kepada Maria atau Yesus untuk menolong kita. Aku berumur 40 tahun dan aku nyaris tidak menyadarinya (kesalahan dalam berdoa),” ujar dia.

Ia kini menyadari Maria adalah ibu dari Yesus Kristus, tapi Maria bukanlah ibu dari Tuhan. “Aku hanya tidak bisa percaya bahwa selama ini aku begitu buta,” kata dia.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Dwi Murdaningsih
Sumber: onislam

KHUTBAH IDUL ADHA Ketauhidan Mengangkat Derajat Umat Manusia


Khutbah pertama:

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3) اللهُ اَكبَرْ (×3
 اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
 اللهُ اَكْبَرْ ماتحرك متحرك وارتـج. ولبى محرم وعـج. وقصد الحرم من كل فـج. وأقيمت فى هذا الأيام مناسك الحج. اللهُ اَكْبَرْ (3×)  
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ ومن تبع دين محمد. وسلم تسليما كثيرا. فياايها المسلمون الكرام. اوصيكم ونفسى بتقوى الله. واعلموا أن هذا الشهر شهر عظيم. وأن هذاليوم يوم عيد المؤمين. يوم خليل الله إبراهيم أبو ألانبياء والمرسلين. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Jama’ah Idul Adha Rahimakumullah,

Alhamdulillah pagi ini kita dapat berkumpul menikmati indahnya matahari, sejuknya hawa pagi sembari mengumandangkan takbir mengagungkan Ilahi Rabbi dirangkai dengan dua raka’at Idul Adha sebagai upaya mendekatkan diri kepada Yang Maha Suci. Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt dengan sepenuh hati. Kita niatkan hari ini sebagai langkah awal memulai perjalanan diri mengarungi kehidupan seperti yang tercermin dalam keta’atan dan ketabahan Nabi Allah Ibrahim as menjalani cobaan dari Allah Yang Maha Tinggi.

Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah
Hari ini ini adalah hari yang penuh berkah, hari yang sangat bersejarah bagi umat beragama di seluruh penjuru dunia, dan bagi umat muslim pada khususnya. Karena hari ini merupakan hari kemenangan seorang Nabi penemu konsep ke-tuhidan dalam berketuhanan. Sebuah penemuan maha penting dijagad raya, tak tertandingi nilainya dibandingkan dengan penemuan para santis dan ilmuan. Karena berkat konsep ke-tauhidan yang ditemukan Nabi Allah Ibrahim, manusia dapat menguasai alam dengan menjadi khalifah alal ardh. Setelah Nabi Allah Ibrahim as menyadari bahwa Allah swt adalah The Absolute One, Dzat yang paling Esa, maka semenjak itu juga umat manusia tidak dibenarkan menyembah matahari, menyembah bintang, menyembah binatang, menyembah batu  dan alam. Ini artinya manusia telah memposisikan dirinya di atas alam. Ajaran ke-Esa-an yang diprakarsai oleh Nabi Allah Ibrahim telah mengangkat derajat manusia atas alam se-isinya.Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Sesungguhnya tidak berlebihan jika hari ini kita jadikan sebagai salah satu hari besar kemanusiaan internasional yang harus diperingati oleh manusia se-jagad raya. Oleh karena itu hari ini adalah momen yang tepat untuk mengenang perjuangan Nabi Allah Ibrahim as dan upayanya menemukan Allah swt. Bagaimana beliau bersusah payah melatih alam kebathinannya untuk mengenal Tuhan Allah Yang Paling Berkuasa. Bukankah itu hal yang amat sangat rumit? Apalagi jika kita membandingkan posisi manusia sebagai makhluk yang hidup dalam dunia kebendaan, sedangkan Allah Tuhan Yang Maha Sirr berada ditempat yang tidak dapat dicapai dengan indera? Bagaimana Nabi Allah Ibrahim bisa menemukan-Nya? Tentunya melalui berbagai jalan thariqah yang panjang.  Melalui latihan dan penempaan jiwa yang berat. Untuk itulah mari kita lihat rekaman tersebut dalam surat Al-An’am ayat 75-79
وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ(75)  فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ  (76)فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ (77)فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ(78)  إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (79)
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. (75)

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam “ (76)

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat." (77)

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (78)
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79)
Para Hadirin yang dimuliakan Allah
Jika kita lihat dokumen sejarah yang termaktub dalam al-Qur’an di atas, hal ini menunjukkan betapa proses pencarian yang dilakukan Nabi Allah Ibrahim as sangatlah berat. Meskipun pada akhirnya Nabi Ibrahim berhasil menemukan Tuhan Allah Rabbil Alamin, bukan tuhan suku dan bangsa tertentu, tapi Tuhan seru sekalian alam. Tuhan yang senantiasa berada sangat dekat dengan manusia baik ketika terpejam maupun ketika terjaga. Itulah sejarah terbesar yang dipahatkan oleh Nabi Allah Ibrahim di sepanjang relief kehidupan umat manusia yang seharusnya selalu dikenang oleh umat beragama.
Selain sebagai orang yang menemukan konsep Ketuhaan. Beliau juga salah satu hamba tersukses di dunia yang mampu menaklukkan nafsu dunyawi demi memenangkan kecintaannya kepada Allah Sang Maha Suci. Fragmen ketaatan dan keikhlasannya untuk menyembelih Ismail sebagai anak tercinta yang diidam-idamkannya, adalah bukti kepasrahan total kepada Allah swt. Bayangkan saudara-saudara, Ismail adalah anak yang telah lama dinanti dan diidamkan, Ismail adalah anak tercintanya namun demikian semua itu ditundukkan oleh Nabi Ibrahim as demi memenangkan cintanya kepada Allah swt.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dua hal di atas yaitu penemuan Ibrahim atas ke-Esaan Allah dan perintah penyembelihan terhadap anak tercinta merupakan satu perlambang bahwa ruang di mana Nabi Allah Ibrahim as. hidup adalah garis batas yang memisahkan antara kehidupan brutal dan kehidupan berpri-kemanusiaan. Penyembelihan terhadap Ismail yang kemudian diganti dengan kambing merupakan tanda bahwa semenjak itu tidak ada lagi proses penyembahan dengan cara pengorbanan manusia (sesajen). Karena manusia adalah makhluk mulia yang tak pantas dikorbankan secara cuma-cuma, meskipun dilakukan dengan suka rela. Allah swt sendiri yang tidak memperbolehkannya, dengan Kuasa-Nya ia ganti Ismail dengan seekor kambing.
Itulah beberapa hal yang harus dikenang dari Nabi Allah Ibrahim as. Sebagai umat manusia yang beriman dan beragama sudah sewajibnya kita mengenang dan menteladani apa yang dilakukan Nabi Allah Ibahim as seperti yang diterangkan dalam al-Baqarah 127:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
Dengan kata lain Allah swt menganjurkan manusia untuk mengingat dan meneladai kehidupan Ibrahim terutama ketika Nabi Allah Ibrahim as merawat dan merekontruksi ka’bah sebagai baitullah. Sehingga berbagai ibadah dan ritual peyembahan kepada Allah swt menjadi kewajiban bagi umat muslim sedunia yang mampu menjalankannya. Itulah ibadah Haji.
Para Jama’ah idhul adha yang berbahagia
Haji meupakan salah satu ibadah yang sarat dengan simbol dan perlambang. Oleh karena itu, jikalau ibadah haji dilaksanakan tanpa mengerti makna yang tersimpan didalamnya sangatlah percuma, karena yang demikian itu hanya menyisakan kelelahan belaka. Kelelahan yang kerontang tanpa kesadaran.
Kaum muslimin dan muslimat, meskipun saat ini kita berada di sini, jauh dari tanah Haram, tidak berarti kita tidak bisa meneladani Nabi Ibrahim. Karena keteladanan itu tidaklah bersifat fisik. Namun sejatinya keteladanan itu berada dalam semangat yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Keteladanan atas ibadah haji dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika kita berinteraksi dengan tetangga, teman, saudara dan umat manusia pada umumnya.
Saudara-saudaraku seiman dan setaqwa
Bila kita tengok bahwa haji dimulai dengan niat yang dibarengi dengan menanggalkan pakaian sehari-hari untuk digantikan dengan dua helai kain putih yang disebut dengan busana ihram. Maka ketahuilah dibalik keseragaman ini tersimpan beragam makna. Pertama bahawa pakaian yang selama ini kita pakai sehari-hari sangat menunjukkan derajat dan status sosil manusia. Oleh karena itu, ketika seorang muslim telah berniat untuk haji dan berniat menghadap-Nya maka segeralah tanggalkan pakaian itu dan gantilah dengan busana Ihram yang serba putih, karena manusia di hadapan Ilahi Rabbi sejatinya tidak berbeda.
Kedua, Pakaian itu tidak hanya apa yang kita pakai namun juga identitas yang menyelimuti diri manusia hendaknya segera diluluhkan ketika menghadap-Nya. Allah tidak akan pernah membedakan antara peabat dan rakyat, antar penguasa dan hamba, antara pedagang dan nelayan. Semua itu dimata Allah swt adalah sama. Seperti putihnya seragam yang membalut raga.
المسلمون إخوة لافضل لأحد على أحد إلابالتقوى (رواه الطبرانى)
Artinya, orang-orang Islam itu satu sama lain bersaudara, tiada yang lebih utama seorangpun dari seorang yang lain, melainkan karena taqwanya (HR. Tabhrani)
Ketiga, Pakaian itu adalah sifat manusia. Ketika seorang muslim telah berniat menghadap Allah Sang Maha Kuasa, hendaklah ia mencopot segala identitasnya. Baik identitas sebagai tikus, buaya, serigala ataupun identitas sebagai kupu-kupu, merpati ataupu kasuwari. Artinya, segala macam sifat yang melekat baik negative maupun positif sebaiknya dihilangkan. Jangan pernah merasa sebagai apa-apa jikalau engkau menghadap-Nya.
Keempat, pakaian itu mengingatkan manusia akan ketakberdayaannya. Nanti ketika menghadap Ilahi Rabbi manusia tidak membawa apa-apa kecuali kain putih yang menemaninya. Sebagai pertanda bahwa sebaiknya manusia hidup dengan sederhana, karena semua akan ditinggalkannya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Selanjutnya Thowaf mengelilingi ka’bah tujuh kali putaran adalah perlambang kedekatan manusia dengan Sang Khaliq. Begitu harunya jiwa manusia ketika lebur mendekatkan diri pada Baitullah, seolah ke-dirian manusia hilang ditelan kebesaran-Nya. Thowaf dapat diartikan hilangnya diri terhanyut dalam pusaran Energi keilahiyan yang tak terkira. Thowaf adalah simbol hablum minallah yang hakiki, bahkan lebih dari itu. Tidak ada lagi habl penghubung antara manusia dan Sang Khaliq. Karena keduanya telah menyatu.
Kemudian sa’i berlari kecil dari shofa ke marwah. Ini merupakan rangkaian setelah Thowaf yang dapat diartikan sesuai perspketif sejarah. Ketika Siti Hajar Ibunda Nabi Ismail ditinggal oleh Nabi Allah Ibrahim as. Maka ia pun harus bertarung mempertahankan hidup ini dengan mencari air dari bukit Shofa ke Marwa. Kehidupan sarat dengan perjuangan. Usaha menjadi suatu kewajiban bagi manusia. Tiada air yang turun dari langit, namun air itu harus dicari sumbernya. Begitulah kehidupan di dunia ini. Hidup itu suci dan harus dijaga seperti makna hafiah kata Shofa  yaitu kemurnian dan kesucian sedangkan. Namun hidup itu juga cita-cita yang jumawa dan penuh idealism seperti makna kata marwa yaitu kemurahan, memaafkan dan menghargai.
Jika thowaf menggambarkan hubungan dan kemanunggalan manusia dengan Sang Khaliq, maka sa’i menunjukkan bahwa kehidupan haruslah dijalani sesuai dengan hukum kemanusiaan. Berinteraksi, berhubungan dan berkomunikasi dengan sesame. Maka kehidupan ini haruslah menyeimbangkan antara keilahiyahan dan keinsaniyahan.
Ma’asyiral Muslimin yang berbahagia
Selain itu simbolisme dalam ibadah haji juga melekat pada Ka’bah Baitullah. Di sana ada hijir Ismail yang berarti ‘pangkuan Ismail’. Di sanalah seorang Ismail putera Ibrahim yang membangun Ka’bah pernah berada dalam pangkuan sang Ibu Hajar, seorang wanita hitam yang miskin juga seorang budak. Dengan ini Allah swt membuktikan bahwa seorang hamba pun dapat dimuliakanya dengan memposisikan kuburnya disamping ka’bah baitullah. Itu semua karena ketaqwaannya. Ketaqwaan Ibu Hajar yang mampu berhijrah menuju kebaikan dan kemuliaan.
Sedangkan padang Arafah sebagai tempat para haji menunaikan wuquf merupakan ruang luas yang terhampar untuk memasak diri seorang muslim hingga ia mengenal siapa jati dirinya sebagai manusia. Arafah adalah ruang berintrospeksi diri, siapa, dari mana sosok diri itu dan hendak kemana nantinya. Oleh karena itu ruang ini dinamakan arafah yang mempunyai satu asal kata yang sama dengan ma’rifat yaitu mengeatuhi dan mengerti hakikat diri. Diharapkan setelah diramu dalam padang arafah ini seorang diri bisa menjadi lebih arif (bijaksana) dalam mengarungi kehidupan dan mempertimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat seperti yang disimbolkan dalam thowaf dan sa’i.
Dari Arafah menuju Muzdalifah guna mempersiapkan diri dan mempersenjatainya melawan syaithan yang akan dihadapi nanti di Mina. Manusia haruslah selalu waspada bahwa syaitan ada dimana-mana. Karena itulah senjata pemusnahnya tidaklah sesuatu yang besar dan menakutkan. Tetapi cukup dengan kerikil yang kecil sebagai simbol atas kesabaran dan keteguhan hati.
Ma’asyiral Muslimin
Demikianlah uraian dalam khutbah ini semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Dan amrilah kita berdoa kepada Allah swt semoga amal ibadah kita diterima. Semoga kita yang disini diberikan kesempatan mengunjungi tanah haram di lain waktu, seperti cita-cita kita semua. Dan semoga mereka yang berada di sana diberi keselamatan semua. Amien
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua:
اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Hari Perjuangan dan Hari Pengorbanan



ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده الله فلامضل له ومن يضلله فلاهادي له, أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده و رسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين, أما بعد. فياعباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله..  

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah bersama-sama kita saling berwasiat untuk meningkatkan taqwa kita semua. Sudah tak terhitung ni’mat dan rahmat yang diberikan oleh Allah swt kepada kita. Hingga kita masih bisa berkumpul bersama melaksanakan ibadah kepada-Nya dengan mengagungkan nama-Nya, Alhamdulillah.

Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah,
Pada bulan ini kehidupan kita sebagai umat muslim Indonesia sungguh berada dalam hari-hari bersejarah. Setelah bersama-sama kita melalui hari raya qurban, kita berjumpa dengan hari pahlawan. Keduanya adalah adalah momen yang sarat dengan nilai kesejarahan. Ketahuilah bahwa kedua momentum itu menuntun adanya pengorbanan. Karena pengorbanan merupakan syarat wajib sebuah keberhasilan.
Jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Kesuksesan Nabi Ibrahim as. sebagai hamba yang paling dicintai Allah –khalilullah- telah terbukti dengan ketaatan beliau melaksanakan segala perintah-Nya. Bahkan demi menemukan petunjuk ke-tuhanan dan ke-tauhidan, Nabi Ibrahim as harus melawan arus. Melawan penguasa dan kehendak orang tua. Dalam ruang pemujaan, nabi Ibrahim beraksi, beliau hancurkan semua berhala, kemudian ia kalungkan kapak dipundak berhala yang tersisa. Maka merekapun bertanya siapa yang melakukan pengrusakan ini? siapa yang berani menghancurkan tuhan-tuhan kami? Ibrahimpun berargumen “bahwa pelaku itu meninggalkan bukti, lihat saja kapak alat pengrusak itu masih ada dipundak, berarti ialah yang melakukannya”. Dengan berkata demikian, Nabi Ibrahim as dianggap menghina. “Bukankah itu berhala yang tak kuasa berbuat apa-apa? bagaimana kamu bisa menuduhnya menghancurkan segalanya?” Nabi Ibrahim pun menjawabnya “jika memang ia tak punya kuasa mengapa engkau mengbdian diri dan menyembah pada-nya?” Singkat cerita, disiapkanlah untuk Nabi Ibrahim kayu bakar dan tungku perapian, sebagai ganjaran dari sebuah pembangkangan. Tapi Allah yang Maha Kuasa berkehendak lain, energi panas yang terkandung dalam api diganti dengan dingin yang menyelimuti. Sehingga Ibrahim bisa menyelamatkan diri. Allah swt bersabda:  

Wahai Api, jadilah engkau dingin yang menyelamatkan Ibrahim

Ini adalah pengorbanan pertama kali yang dilakukan Nabi Ibrahim. Ia harus rela kehilangan orang tua yang selama ini menyayanginya. Ia juga kehilangan komunitas masyarakatnya. Kemana kira-kira Ibrahim ketika itu pergi setelah pembakaran terhadap dirinya gagal? Itulah pengorbanan.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia
Andai manusia tahu, bahwa pengorbanan itu sebuah ujian dari Allah Yang Maha Kuasa yang harus dijalani dan dilewati semua hambanya. Begitu beratnya pengorbanan Nabi Ibrahim as yang dilakukannya demi kebahagiaan anak cucu dan umat manusia setelahnya. Ia harus rela mengorbankan Ismail sang anak kesayangan, untuk disembelih oleh tangannya sendiri. Ini adalah cobaan terbesar sepanjang sejarah manusia. Dan Nabi Ibrahimpun menta’atinya. Karena ini adalah perintah dari Yang Maha Kuasa. Begitu tulusnya hati Nabi Ibrahim merelakan Ismail sehingga Allah swt menyiapkan seekor kambing sebagai gantinya. Kepasrahan dan keikhlasan Nabi Ibrahim itu dilakukannya sebagai cara mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Mendekat dalam bahasa arab adalah qaruba karena itu usaha mendekatkan diri disebut dengan qurban. Sungguh hidup adalah pengorbanan. Semakin besar pengorbanan, semakin besar pula anugrahnya. Semakin tulus berkorban semakin besar nilainya.

Jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Pengorbanan Nabi Ibrahim as itulah yang menjadi teladan para pejuang. Mereka tidak punya motif dan kepentingan. Dengan tulus ikhlas berjuang mengusir penjajahan lillahi ta’ala. Niatnya adalah menegakkan hak-hak adami yang harus dipenuhi, demi terselenggaranya hak-hak Allah dalam menjalankan ibadah. Kemerdekaan yang telah diplokamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan. Apapun yang terjadi. Oleh karenanya ketika, sekutu dan bala tentaranya berniat menguasai kembali Indonesia, maka pada saat itu pula tanggal 22 Oktober 1945 Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari beserta segenap ulama lainnya mewajibkan jihad melawan sekutu. Inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan resolusi Jihad.

Selang beberapa minggu, ternyata sekutu dan Belanda benar-benar tidak merelakan Indonesia merdeka. Karena itu pada tanggal 10 Nopember 1945, ia menggempur Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia. Dengan adanya maklumat yang telah tersebar sebelumnya tentang wajibnya membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan, maka segenap bangsa Indoneisa, santri dan kyia tukang becak dan para kuli dari berbagai pelosok daerah bergabung datang berhamburan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.

Dengan berkoordinasi dengan para kyai, Bung Tomo dan segenap elemen bangsa bahu membahu mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan bangsa. Meskipun senjata yang digunakan oleh bangsa Indonesia, tidaklah secanggih senjata tentara Belanda. Hanya saja semangat juang yang tinggi, dan motifasi yang luhur disertai tulusnya niat dan ikhlas, merubah senjata sederhana itu menjadi sangat luar biasa. Bambu Runcing, Menjalin, Keris, Golok, Pedang, Celurit, Kelewang, dan apapun jenisnya menjadi sangat berbahaya bila disertai keikhlasan.

Spirit melawan penindasan inilah yang telah diajarkan oleh Al-Qur’an kepada umat manusia. Dalam al-Baqarah ayat 190 diterangkan

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pejuangan ini bukanlah tanpa pengorbanan. Banyak sahabat, saudara, anak, kakak, adik, pak-dhe, paman, bapak dan kakek yang kehilangan nyawa, gugur sebagai bunga bangsa. mengorbankan diri demi kemerdekaan negeri. Pengorbanan menjadi syarat wajib sebuah keberhasilan. Semoga saja tulus-ikhlasnya niat mereka mendapatkan keistimewaan dari Yang Maha Kuasa. Seperti janji Allah kepada mara Mujahidin. Dan semoga kita yang ditinggalkan  dan menikmati kemerdekaan ini tidak mengecewakan pengorbanan mereka. amien


بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Cobaan: Tanda Cinta Dari Tuhan


اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةًوَّسُرُوْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعََبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَفَْضلِ اْلاَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَاِبه اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لاُِّوْلِى ٱلأَلْبَـٰبِ
Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Marilah bersama-sama kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Ketaqwaan itu merupakan satu kunci untuk dua pintu. Pintu kehidupan dunia dan kehidupan diakhirat. Barang siapa menghendaki kesuksesan hdiup di dunia janganlah pernah memalingkan diri dari taqwa Ilahi. Dan barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di akhirat nanti juga taqwalah yang menjadi modal utamanya.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Sesungguhnya lebih mulia-mulianya (manusia) diantara kalian di sisi Allah swt adalah mereka yang betaqwa.


Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Tidak selamanya kehidupan di dunia berjalan seperti yang diinginkan manusia. Terkadang terasa berat cobaan yang menghadang, terkadang pula kehidupan berjalan lancar seperti yang diharapkan. Seringkali manusia berbeda dalam menghadapi kedua keadaan tersebut. Lumrahnya, manusia akan mengingat Allah swt sewaktu cobaan mendera dan mengabaikan-Nya ketika hidup dalam bahagia. Akan tetapi ketika cobaan itu beruntun dan lama kelonggaran tak kunjung datang, maka manusia akan mulai bertanya dan ragu, apakah ia harus bersabar dan tetap bertahan menyandarkan diri kepada Ilhi? Ataukah segera berpaling muka melarikan diri dari Allah swt dan mencari perlindungan kepada dunia beserta segala kecantikannya mulaid dari kekuasaan, kekayaan dan juga kenikmatan lainnya?Hadirin yang Berbahagia
Inilah yang jarang kita fahami, sesungguhnya cobaan hidup di dunia itu merupakan petanda bahwa Allah sangat memperhatikan dan mencintai kita. Sebuah hadits berbunyi "Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia menyegerakan hukuman di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, maka Dia menahan hukuman kesalahannya sampai disempurnakannya pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad, At-Turmidzi, Al-hakim, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi).  Jadi berbagai cobaan yang menghadang dalam kehidupan ini adalah sebuah ujian dari-Nya. sebagaimana layaknya ujian, maka jika manusia berhasil melaluinya dan di nilai lulus, maka Allah swt akan memberikan balasan yang tak ternilai harganya. Namun sebaliknya, jika manusia gagal melalui cobaan itu, maka Allah akan membiarkannya, hingga ia berusaha belajar kembali menghadapi kehidupan.

Diriwayatkan sebuah cerita bahwa salah seorang lelaki telah bertemu dengan seorang wanita yang disangkanya pelacur. Lelaki itu menggoda sampai-sampai tangannya menyentuh tubuhnya. Atas perlakuan itu, sang wanita berkata, "Cukup!" Lantaran terkejut, lelaki ini menoleh ke belakang, namun terbentur tembok dan terluka. Lelaki usil itu pergi menemui Rasulullah dan menceritakan pengalaman yang baru saja dialaminya. Komentar Rasulullah? "Engkau seorang yang masih dikehendaki oleh Allah menjadi baik." Selanjutnya beliau bersabda, Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia menyegerakan hukuman di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, maka Dia menahan hukuman kesalahannya sampai disempurnakannya pada hari kiamat”

Kecintaan Allah kepada hamba-Nya di dunia tidak selalu diwujudkan dalam bentuk pemberian materi atau kenikmatan lainnya. Tidak juga dalam bentuk peng-kabulan doa secara spontanitas. Akan tetapi kecintaan itu justru sering berbentuk cobaan di mana berat atau ringannya ujian itu tergantung kepada kadar keimanan seseorang.

Para hadirin yang dimuliakan Allah
Marilah kita Simak kembali cerita kehidupa para Rasul dan Nabi. Sebagai oang yang paling disayangi dan dikasihi Allah, justru mereka adalah orang yang paling berat menerima ujian semasa hidupnya di dunia. Ujian mereka sangat berat melebihi ujian yang diberikan kepada siapapun juga. Demikian secara berurutan, para syuhada' dan kemudian shalihin. Yang jelas bahwa setelah orang menyatakan. "Kami beriman", Allah langsung menyiapkan ujian baginya.

Allah berfirman:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ * وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَـٰذِبِينَ *
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan 'Kami telah beriman,' lantas tidak diuji lagi? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. al-Ankabut: 2-3)

Selain ujian demi ujian diberikan kepada orang yang beriman, maka teguran demi teguran juga diberikan kepadanya. Teguran itu kadang halus, tapi sering-sering kasar. Bagi yang kepekaan imannya tinggi, teguran halus saja sudah cukup untuk menyadarkannya. Akan tetapi bagi mereka yang telah hilang kepekaannya, teguran yang keras sekalipun tak bisa menyadarkannya.

Apa yang dialami oleh lelaki yang datang kepada Rasulullah sebagaimana hadits di atas merupakan teguran Allah secara langsung agar ia sadar atas kekeliruannya, dan tidak mengulang kesalahannya. Lelaki itu sangat bersyukur atas kecelakaan yang menimpa dirinya. Wajah yang benjol dan darah yang mengalir di wajahnya tidak seberapa dibandingkan dengan nilai kesadaran yang baru dirasakannya.

Kecelakaan itu semakin tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan siksa yang bakal diterimanya di akhirat kelak. Bukankah setiap dosa akan ditimbang dan dibalas sesuai dengan bobotnya? Dengan kecelakaan itu ia bertobat. Dengan bertobat, maka terhapuslah dosanya. Tentang hal ini Rasulullah bersabda, "Tiada suatupun yang menimpa seorang mukmin, baik berupa kepayahan, sakit, sedih, susah, atau perasaan murung, bahkan duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan melebur kesalahan-kesalahannya lantaran kesusahan-kesusahan tersebut." (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu para hadirin Rahimakumullah
Jika kita mendapatkan sebuah musibah, segeralah kita bermuhasabah, mengingat-ingat kesalahan apa yang telah kita lakukan? Dosa apa yang telah kita kerjakan? Janganlah cepat berburuk sangka kepada Allah swt. Karena bisa saja musibah tersebut merupakan teguran dari-Nya atas berbagai tingkah laku kita selama ini. Jika demikian kita akan sadar dan banyak-banyaklah minta pengampunan kepada-Nya dan berdoa agar senantiasa diberi kemampuan menghadapi cobaan tersebut.

Dengan demikian Kasih sayang Allah tidak selalu berbentuk kesenangan, melimpahnya harta kekayaan, tercapainya segala cita, dan jauh dari berbagai musibah. Justru bisa jadi sebaliknya. Orang yang mendapatkan berbagai kesenangan itulah yang tidak dicintai-Nya. Orang tersebut dibiarkan tenggelam dalam kesenangan dunia sampai tiba ajalnya. Pada saat itu semua kesenangan dicabut dan diganti dengan berbagai siksa yang mengerikan, baik ketika di kubur, di padang mahsyar, maupun di neraka.
Para Hadirin jama'ah Jum'ah yang berbahagia
pada akhirnya khutbah ini sebagai pengingat, agar kita senantiasa berbaik sangka kepada Allah swt. Dan bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan kita ini, sesungguhnya Allah telah menyiapkan hikmahnya. Semoga kita semua senantiasa diberi petunjuk oleh-Nya dalam mengarungi sisa umur kita. amien

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"MAJELIS RASULULLAH SAW"

"PERADABAN BARU ISLAM (FITRAH MANUSIA)"

Seaching Blog